PRAJURIT MATRA LAUT DI PERBATASAN LINDUNGI KELESTARIAN SATWA LAUT LANGKA

MELONGUANE (13/06/2021) Prajurit matra laut Lanal Melonguane bersama masyarakat Desa Tule bahu membahu mengamankan dan melindungi penyu belimbing/penyu raksasa (Dermochelys Coriacea) betina yang bertelur di pantai Sipat Desa Tule kecamatan Melonguane Timur Kabupaten Kepulauan Talaud. Minggu (13/6)
Mendapatkan laporan anggota Lanal Melonguane terkait adanya seekor penyu belimbing betina sepanjang kurang lebih 2 meter yang ditemukan bertelur oleh masyarakat desa Tule kecamatan Melonguane Timur di pantai Sipat sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (12/6/2021) Danlanal Melonguane Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T, M.Tr.Hanla memerintahkan Komandan Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Melonguane Letda Laut (S) Achmad Ronny bersama tim untuk mengamankan telur satwa laut yang dilindungi itu.
Komandan Pangkalan TNI AL di beranda utara NKRI ini menegaskan Perlindungan penyu belimbing di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dimana TNI AL diamanatkan menjadi penegak hukum terkait.
“Saya mengapresiasi masyarakat desa Tule yang telah memiliki kesadaran dalam upaya penyelamatan dan perlindungan penyu belimbing. Dengan melindungi dan mengamankan telur yang berjumlah ratusan tersebut, berarti kita juga telah berupaya menyelamatkan kelahiran ratusan individu baru spesies langka tersebut. Dan yang tidak kalah penting, dengan menjaga lingkungan laut dan pantai dengan baik, maka artinya kita telah menyelamatkan ekosistem penyu tersebut sehingga nantinya penyu tersebut dapat terus berkembang biak dengan aman serta terhindar dari kepunahan” Ujar Danlanal Melonguane.
Pemegang pucuk pimpinan TNI AL di wilayah perbatasan antara Indonesia – Filipina ini menegaskan akan menempatkan anggota untuk memantau, mengawasi dan menjaga lokasi telur penyu sampai anaknya menetas dan kembali ke habitatnya di laut.