Arus Balik Pasca Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, Diskes Lantamal VI Laksanakan Rapid Swab Antigen Di 4 Provinsi Di Pulau Sulawesi

 

Makassar, Dinas Kesehatan Pangkalan Utama TNI AL VI (Diskes Lantamal VI) beserta Jajaran Lantamal VI melaksanakan Rapid Swab Antigen di 4 Provinsi yang berada di Pulau Sulawesi dalam rangka penyekatan arus mudik pasca lebaran Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, Senin (17/5/21).

Yang menjadi sasaran pelaksanaan Rapid Swab Antigen di 4 Provinsi ini adalah para Personel TNI AL yang bertugas di Mako Lantamal VI (Sulsel) serta di Lanal jajaran Lantamal VI diantaranya Lanal Palu (Sulteng), Kendari (Sultra) dan Mamuju (Sulbar) dan bagi para pemudik di 4 Provinsi tersebut.

Adapun dalam pelaksanaannya, Lantamal VI bekerja sama dengan Stakeholder yang terdiri dari Polda Sulsel, Kodam XIV/Hsn, Koopsau II, Dinkes Prov. Sulsel, Sulbar, Sultra dan Sulteng, BPBD Provinsi Sulsel, Dishub Darat, Udara dan Laut juga KKP 4 Provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lantamal VI Makassar Letkol Laut (K) David Langgeng, M.T. menyampaikan bahwa kegiatan Swab Antigen Massal tersebut digelar sebagai langkah tanggap dan responsif guna mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 pasca libur lebaran Idul Fitri tahun 2021 saat para pemudik melaksanakan arus balik untuk kembali ke rumah dan tempat kerja masing-masing di 4 wilayah provinsi di Pulau Sulawesi.

“Pemeriksaan Rapid Swab Antigen ini, dilaksanakan secara pararel pada tanggal dan hari yang sama dengan target pemeriksaan para personel TNI AL di Mako Lantamal VI serta Lanal Jajaran serta posko penyekatan yang berada di 4 Provinsi yaitu Sulsel, Sulteng, Sultra dan Sulbar dengan menurunkan 1 unit mobil Faslab PCR TNI AL, 1 unit mobil PCR TNI AL dan 1 unit mobil ambulans Rumkital Jala Ammari Lantamal VI”, ujar Kadiskes Lantamal VI.

“Apabila dalam pemeriksaan Swab Antigen terdapat hasil reaktif, maka akan di tindaklanjuti dengan pemeriksaan RT-PCR dan isolasi mandiri di rumah atau tempat yang telah dikoordinasikan oleh para stakeholder setempat sampai diketahui hasil PCR, bila hasilnya positif tanpa gejala maka akan dilanjutkan Isolasi mandiri di rumah atau tempat yang telah disediakan dengan pantuan Puskesmas terdekat atau fasilitas kesehatan terkait, selanjutnya dilaksanakan contact tracing riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi/probabel untuk mencegah penularan selanjutnya, bila positif terdapat gejala penyerta dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat”.

“Untuk pelaksanaannya dimulai sejak tanggal 16 sampai dengan 17 Mei 2021 hari ini dengan harapan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sewaktu-waktu dimungkinkan dapat meningkat saat arus balik usai pasca lebaran Idul Fitri 1442 H/ 2021 M”, tambahnya.