Camat Biringkanaya: Dampak Program KBN Lantamal VI Berlari Sambil Tutup Mata Di Dermaga Tidak akan Terjatuh Lagi

 

Makassar, Camat Biringkanaya Kota Makassar Dr. A. Syahrum Makkuradde, S.S., S.E, M.Si., mengatakan bahwa dampak dari program Kampung Bahari Nusantara (KBN) Lantamal VI, dulu dermaga berlubang, sekarang berlari sambil tutup mata tidak akan jatuh.

Kata tersebut merupakan bentuk apresiasi yang disampaikan oleh A. Syahrum yang mewakili Walikota Makassar Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto pada saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Bela Negara dalam rangka peresmian Kampung Bahari Nusantara (KBN) Untia binaan Lantamal VI, Minggu (25/4/21).

Dalam sambutannya, Camat Biringkanaya menyampaikan rasa terima kasihnya serta apresiasi dari Walikota Makassar atas perhatian dari TNI AL khususnya Lantamal VI atas keberhasilan membangun KBN di Kampung Nelayan Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.

“Setelah TNI AL masuk ke kampung nelayan ini, banyak perubahan yang telah dibangun, wajah kampung yang dulunya lumayan gelap dan sunyi, sekarang menjadi terang serta kelihatan rapi dan bersih dan dulu jalanan dermaga Untia berlubang, sekarang biar berlari sambil tutup mata tidak akan jatuh ke laut”, ujar A. Syahrum.

“Sekali lagi mewakili Pemerintah Kota Makassar khususnya masyarakat kelurahan Untia, saya ucapkan terima kasih kepada TNI AL khususnya kepada bapak Kasal Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., M.M., atas program unggulannya dalam membangun KBN di setiap daerah pesisir pantai yang pilihannya jatuh kepada kami di Kelurahan Untia, mudah-mudahan dengan adanya KBN dapat menumbuhkan kesejahteraan bagi warga sekitar yang tinggal di sini”, tambahnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Wadan Lantamal VI Koloenl marinir Y. Rudy Sulistyanto, S.E., Aspotmar Danlantamal VI Kolonel Marinir I. Dewa Gede Wirawan S.E., Kadiskum Lantamal VI, Danpomal Lantamal VI, Pamen Yonmarhanlan VI, Perwakilan Ketua PGI Sulsel dan Dirut PT.IKI Makassar, Siswa – siswi PIP Makassar, ATKP Makassar, Hang Tuah Makassar, Menwa, Masiswa – mahasiswi UNHAS, UNM serta masyarakat Untia.