DANLANAL MELONGUANE PANEN PERDANA IKAN NILA

Manado 13 Maret 2021,.. Setelah berulang kali panen ketahanan pangan bidang pertanian yang meliputi singkong, ketela rambat, cabe, sayuran hidroponik dll, kini Lanal Melonguane dibawah kepemimpinan Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla pada Jumat 12 Maret melaksanakan panen perdana ikan Nila di kolam tanah kesatrian Lanal Melonguane. Untuk panen perdana ikan Nila kali ini hanya dilaksanakan oleh internal keluarga besar Lanal Melonguane yang meliputi seluruh prajurit Lanal Melonguane beserta keluarga (Jalasenastri dan anak-anak) maupun tenaga kerja honorer Lanal Melonguane. 

Panen perdana yang menggunakan beberapa metode menjadikan kegiatan tersebut menjadi ramai, meriah dan gembira penuh canda tawa sepanjang pelaksanaannya. Saat panen menggunakan jaring, Danlanal Melonguane beserta seluruh perwira staf dan anggota ramai-ramai masuk ke dalam kolam. Selain menggunakan jaring, panen juga menggunakan teknik menjala, pancing bubu serta lomba memancing dengan beberapa kategori lomba. 

Kekompakan bukan hanya bagi prajurit, Jalasenastri pun tidak mau ketinggalan dimana mereka juga turut ikut menarik jala, membersihkan dan memasak ikan yang sudah di panen. Sebagian hasil panen ikan Nila dari hasil menjaring, dimasak oleh ibu-ibu Jalasenastri untuk kemudian dilaksanakan acara makan bersama. Sedangkan ikan hasil lomba memancing diizinkan dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Keceriaan dan kegembiraan seluruh prajurit Lanal Melonguane terpancar saat melaksanakan kegiatan tersebut, hal tersebut dikarenakan apa yang telah mereka lakukan selama ini yaitu sejak membuat kolam, merawat dan memberi makan ikan setiap hari akhirnya dapat mereka nikmati bersama-sama. 

Berkenaan dengan kegiatan panen tersebut, Danlanal Melonguane mengungkapkan bahwa kegiatan ketahanan pangan sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan yang terletak jauh dari pulau besar. Hal tersebut dibuktikan dengan masih dapat dipenuhinya berbagai kebutuhan pangan nabati dan hewani di saat-saat cuaca buruk yang menghambat transportasi laut pengangkut berbagai kebutuhan pangan ataupun menjadikan nelayan tidak bisa melaut untuk mencari ikan. Ketahanan pangan pertanian maupun perikanan di Lanal Melonguane bukan saja mampu untuk memenuhi kebutuhan internal Lanal, namun juga dapat membantu masyarakat di pulau Miangas sebagaimana yang telah beberapa kali dilakukan oleh Lanal Melonguane dengan mengirimkan hasil panen ketahanan pangan untuk dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Posal Miangas yang terletak di pulau kecil terluar/terdepan di beranda Utara NKRI.Berkenaan dengan kegiatan panen tersebut, Danlanal Melonguane mengungkapkan bahwa kegiatan ketahanan pangan sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan yang terletak jauh dari pulau besar. Hal tersebut dibuktikan dengan masih dapat dipenuhinya berbagai kebutuhan pangan nabati dan hewani di saat-saat cuaca buruk yang menghambat transportasi laut pengangkut berbagai kebutuhan pangan ataupun menjadikan nelayan tidak bisa melaut untuk mencari ikan. Ketahanan pangan pertanian maupun perikanan di Lanal Melonguane bukan saja mampu untuk memenuhi kebutuhan internal Lanal, namun juga dapat membantu masyarakat di pulau Miangas sebagaimana yang telah beberapa kali dilakukan oleh Lanal Melonguane dengan mengirimkan hasil panen ketahanan pangan untuk dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Posal Miangas yang terletak di pulau kecil terluar/terdepan di beranda Utara NKRI.

Menutup pernyataannya, Danlanal Melonguane menyampaikan harapannya semoga program ketahanan pangan ini akan dapat terus berlanjut dan berkembang luas yang akhirnya selain menjadikan wilayah perbatasan memiliki ketahanan pangan yang kuat, juga mampu berkontribusi positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, baik di masa pandemi Covid19 yang saat ini belum berakhir dan untuk di masa mendatang dimana diharapkan masyarakat di wilayah peratasan ini bukan lagi menjadi konsumen, melainkan produsen dan distributor ke wilayah lain ataupun menjadi eksportir ke negara tetangga.