Krisis Pangan Daerah Terisolir Pasca Gempa Sulbar, Helikopter TNI AL Kirim Bantuan Empat Sortie Per Hari

 

Mamuju, Proses pendistribusian bantuan logistik di wilayah pedalaman yang sulit dari jangkauan akibat adanya gempa yang terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) masih tetap dilaksanakan oleh TNI AL.

Dalam proses pendistribusiannya, untuk menjangkau daerah yang terkena longsor akibat dari gempa, TNI AL menggunakan jalur udara dengan memfungsikan unsur Helikopter AS 565 MBe Phanter dengan Pilot Lettu laut (P) Yahya Khoibaron dan Ko. Pilot Lettu (P) Rajendra. K, yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar.

Saat pendistribusian, di hari ke-12 pasca gempa ini, Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP, ikut meninjau proses pendistribusian bantuan logistik yang menggunakan heli milik TNI AL ini serta sekaligus melihat dari dekat kondisi desa yang terisolir yaitu desa Kopeang dan desa Bella Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa (26/01/2021).

Danlantamal VI menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan logistik oleh TNI AL akan selalu dilaksanakan agar semua masyarakat yang terkena dampak bencana alam gempa di Sulawesi Barat ini dapat diringankan bebannya, terutama masyarakat yang di wilayah pedalaman atau pegunungan yang akses jalan daratnya putus akibat longsor.

“Hari ini pendistribusian bantuan logistik lewat udara menggunakan heli dilaksanakan secara bertahap dengan 4 kali pengangkutan (Sortie) agar barang yang didistribusikan sesuai dengan jumlah data KK yang kami terima”, tambahnya.

“Mudah-mudahan ratusan bantuan logistik yang diangkut menggunakan Heli TNI AL ini cukup membantu kebutuhan pangan masyarakat di desa Kopeang dan desa Bella ini dan diharapkan masyarakat bisa bersabar dalam menghadapi cobaan yang melanda desanya, kami akan tetap berusaha untuk membantu untuk mendistribusikan bantuan logistik serta apabila ada yang sakit dan membutuhkan tindakan medis lebih lanjut maka bisa di rujuk ke Rumah Sakit terapung milik TNI AL yaitu KRI dr. Soeharso – 990 dengan menggunakan helicopter ini”, ujarnya.

“Hal ini kami laksanakan karena sesuai dengan perintah dari Pimpinan tertinggi TNI AL yaitu bapak Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bahwa jangan sampai ada masyarakat korban bencana alam gempa di Sulbar yang kelaparan karena tidak menerima bantuan. Pastikan setiap kebutuhan akan logistik terpenuhi dan selalu jalin koordinasi yang baik dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan gempa,” ujarnya.

Hadir mendampingi Danlantamal VI dalam peninjauan ini, Wadan Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar Letkol Marinir Gigih Catur Pramono, S.H., M. Tr. Opsla.