WADANLANTAMAL VIII IKUTI RAPAT KOORDINASI KEDATANGAN 155 ABK INDONESIA.

Bitung, 04 November 2020 …. Wakil Komandan Lantamal VIII Kolonel Laut (P) Endra Sulistiyono, S.E., M.M., mengikuti rapat koordinasi Kesiapan Kedatangan Kapal Dari Cina Yang Membawa 155 WNI dan 2 Jenazah di Kota Bitung. Rabu (04/11)

 

Bertempat di Lantai IV Kantor Walikota Bitung, telah dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin Pjs Walikota Bitung Drs. Edison Humiang dalam rangka persiapan kedatangan kapal dari Cina yang membawa 155 WNI dan 2 Jenazah ke Pelabuhan Bitung. Dalam sambutanya, Pjs Walikota Bitung menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka membahas rencana kedatangan 155 orang ABK WNI dan 2 Jenazah (Asal Cianjur dan Maluku) dari Cina yang diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Bitung pada 7 Nopember 2020. Dalam kegiatan tersebut Pjs Walikota Bitung berharap agar tetap memperhatikan protokol kesehatan terhadap para WNI tersebut, oleh karena itu Dinkes Bitung dan KKP Bitung harus siap dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan rapid test serta PCR, serta menyiapkan armada untuk mengangkut WNI tersebut ke tempat karantina.

 

Kegiatan pemulangan ini merupakan bentuk perlindungan negara kepada WNI dan sebagai tindak lanjut atas pertemuan bilateral antara Kemenlu RI dan RRT. Ini merupakan salah satu kasus yang dialami oleh WNI yang bekerja di kapal ikan cina yang terhambat kepulangannya karena dampak covid sehingga banyak pelabuhan laut yang ditutup. Kemenlu telah melakukan pendekatan kepada RRT agar menekan perusahaan untuk segera memulangkan para ABK WNI.

 

Didapat informasi bahwa kapal cina Long Xing 601 akan membawa 77 orang ABK dan 2 jenazah, sedangkan kapal Long Xing 610 membawa sebanyak 78 ABK.  Pihak kepolisian juga siap mengamankan mulai jalur kapal, perjalanan sampai umah singgah, otopsi jenazah serta pemulangan seluruh WNI ke daerah asal oleh perusahaan penyalur. Perihal otopsi dua jenazah, pihak terkait telah berkoordinasi dengan keluarga ABK. Keluarga almarhum asal Maluku menolak dilakukan otopsi dan meminta jenazah dibawa pulang ke Maluku, sedangkan keluarga dari ABK asal Cianjur meminta agar jenazah dimakamkan saja di Kota Manado atau Kota Bitung.

 

Untuk rapid test rencana akan dilaksanakan di atas kapal oleh KKP Bitung dan langsung akan dipisahkan antara yang reaktif dan yang tidak reaktif, sedangkan untuk lokasi karantina rencana akan ditempatkan di Balai Diklat yang fasilitasnya cukup untuk 155 orang yang selanjutkan akan dilaksanakan Swab PCR test.

 

Sementara itu pihak TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal VIII Manado secara umum sudah mendapat informasi terkait rencana ini, namun butuh kepastian dari arah mana nanti kapal akan datang sehingga bisa dilakukan pengawalan terhadap kapal tersebut. Lantamal VIII juga telah berkoordinasi dengan KSOP Bitung dan Bea Cukai Bitung dalam penentuan titik lepas jangkar dalam. 

 

Hadir pada rakor tersebut Kasie Asia Selatan dan Tengah Dit Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Ullif Taftajani, Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Edward Tamboto, Perwakilan Dinkes Sulut dr. Steven Dandel, Kepala Bea Cukai Bitung Agung Riandar Kurnianto, Asops Danlantamal VIII Kolonel Laut (P) Hartanto, Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, Kepala KSOP Bitung Mursidi, perwakilan Bakamla dan undangan.