DANLANAL DENPASAR IKUTI VIDEO CONFERENCE SOSIALISASI UNCLOS 1982

Lantamal V, 26 Oktober 2020.—
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi prajurit TNI AL terhadap hukum-hukum laut internasional, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, S.E., mengikuti Video Conference (Vicon) Sosialisasi (United Nations Convention on the Law of the Sea) UNCLOS 1982 di Ruang Puskodal Lanal Denpasar Jl. Raya Sesetan no. 331 Denpasar Selatan Bali. Senin (26/10)

Kegiatan vicon yang dipimpin langsung oleh Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M. secara langsung dari Mabes TNI AL Jakarta disaksikan oleh Danlanal Denpasar dengan didampingi oleh Pgs. Palaksa Mayor Laut (P) I Gede Padang Suryawan, S.E. dan Pasops Lanal Denpasar Kapten Laut (P) Ketut Pastika.

Sosialisasi UNCLOS 1982 ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi prajurit khususnya bagi perwira TNI AL terhadap hukum-hukum laut internasional yang dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab dengan melalui Vicon, dengan kegiatan ini diharapkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan terhadap UNCLOS 1982 serta peraturan lain terkait pengelolaan laut, karena Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki perairan yang sangat luas dengan wilayah perbatasan yang sebagian besar wilayah perairan, posisinya yang sangat strategis diantara dua Benua dan dua Samudera menjadikan indonesia sebagai lalu lintas pelayaran dunia.

Dalam kesempatan Video Conference (Vicon) Asop Kasal mengatakan seperti kita ketahui bersama bahwa kondisi pandemi covid-19 saat ini telah membatasi ruang gerak kita dalam melaksanakan tugas sehari-hari, namun demikian tentunya kondisi seperti ini jangan menjadikan penghalang bagi kita untuk terus berinovasi dan kreasi dalam memberikan pengabdian terbaik bagi negara dan bangsa yang kita cintai.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki perairan yang sangat luas dengan wilayah perbatasan yang sebagian besar wilayah perairan, posisinya yang sangat strategis diantara dua Benua dan dua Samudera menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas pelayaran dunia. Sebagai negara pantai, Indonesia berkewajiban untuk memberikan akses melintas bagi kapal-kapal dan pesud asing diantaranya aktifitas transit dan aktifitas alur kepulauan yang tentunya ada pada hukum nasional dan hukum Internasional”. Tegasnya.