PEJABAT OPERASIONAL LANTAMAL VII HADIRI RAKOR PENANGANAAN DESTRUCTIVE FISHING

Lantamal VII – Asops Danlantamal VII dan Dansatrol Lantamal VII mengikuti kegiatan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan pengawasan Jenis ikan di lindungi dan penanganan Destructive Fishing, di ruang Rapat Kantor Stasiun PSDKP Kupang, Jalan Yos Sudarso Jurusan Bolok, Kec. Alak Kota Kupang, NTT, Selasa (13/10/2020).

Acara rapat koordinasi di mulai dengan sambutan Kepala PSDKP Kupang Mubarak, S.St.Pi yang menyampaikan bahwa Provinsi NTT masuk urutan ke 3 besar di Indonesia terkait Destruktive Fishing (DF) dimana pelaku penangkapan ikan dengan cara menggunakan handak (Bahan peledak) masih marak di NTT. Dari info yang diperoleh di Oeba terdapat nelayan yang menjual ikan hasil DF (Destructive Fishing), maka dari itu kita akan adakan sidak bersama-sama untuk menekan pendaratan ikan di Kupang dengan cara ilegal.

Terpisah, Kepala PSDKP Provinsi NTT Ibu Merry menyampaikan bahwa sudah dilakukan sosialisasi dengan cara memasang Baliho untuk melarang menangkap ikan dengan cara illegal di pelabuhan perikanan Oeba dan Tenau, dalam waktu secepat mungkin kita adakan tindakan tegas untuk memberi efek jera bagi para pelaku Destructive Fishing.

Sedangkan Asops Danlantamal VII Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe dalam sebuah kesempatan menyampaikan juga bahwa Penangkapan ikan Secara DF (Destructive Fishing) dapat merusak ekosistem Laut, efek pengeboman di Laut, ikan menjadi rusak dan tidak bisa di konsumsi oleh masyarakat dan kita akan menunggumu lama tumbuhnya terumbu karang karena efek pengeboman ikan. Agar direncanakan untuk melaksanakan operasi dan berapa personel yang di butuhkan dalam operasi nanti serta memberikan efek jera bagi pelaku penangkapan ikan secara DF (Destructive Fishing).

Dansatrol Lantamal VII Letkol Laut (P) Tonny Sundah, M. Tr. Hanla, pada kesempatan menyampaikan bahwa kita sudah melaksanakan Sosialisasi dan pemasangan Baliho yang ditujukan kepada para masyarakat dan Nelayan setempat, akan tetapi kalau tidak dihiraukan kita harus bertindak secara tegas sesuai SOP dilapangan, sesekali kita perlu koordinasi permasalahan mendadak tentang DF (Destructive Fishing). Maksimalkan fungsi Pokmaswas untuk menjadi mata dan telinga dalam rangka mengatasi kegiatan Illegal Fishing di perairan NTT ini, sehingga harapannya kita bisa menekan kegiatan ilegal DF (Destructive Fishing). Kami dari SatrolĀ  Lantamal VII Kupang sebagai unsur TNI AL siap mendukung penuh kegiatan tersebut.

Dalam waktu dekat akan dilakukan Sidak bersama di pelabuhan perikanan Oeba terkait dengan kapal/perahu nelayan yang membawa tangkapan ikan hasil DF (Destructive Fishing). Apabila ditemukan penangkapan Hasil DF (Destructive Fishing) akan dimusnahkan dengan cara dikubur dan disaksikan oleh Petugas dan pemilik ikan tersebut.

Hadir dalam giat tersebut: Asops Danlantamal VII Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, Dansatrol Lantamal VII Letkol Laut (P) Tonny Sundah, Kasubdit Patroli Dit Polair Polda NTT Kompol Dodyy Ready P, Kepala bidang Pengawasan SDKP- Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Kepala KCD Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua, Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau Kupang, Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang dan Kepala PD Pasar Oeba.

 

By. Dispen Lantamal VII