PRAJURIT POSAL ATAPUPU MELEPASLIARKAN PENYU HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PESISIR TELUK GURITA

Lantamal VII – Komandan Pos TNI AL (Danposal) Atapupu Letda Laut (S) Arif Lambuto T, S.H., menerima laporan bahwa di sekitar Teluk Gurita telah didapatkan 2 ekor penyu hijau di salah satu pondok nelayan di Teluk Gurita. Setelah menerima laporan tersebut Danposal mengutus anggotanya untuk langsung ke TKP di sekitar Teluk Gurita, Atapupu, Keb. Belu, NTT. Kamis (27/08/2020).

Prajurit Posal Atapupu a.n Sertu Rizki seterimanya perintah dari Danposal langsung menuju ke lokasi, setelah tiba di Lokasi membenarkan bahwa didapatkan 2 (dua) ekor penyu hijau dalam kondisi terikat dan keadaan masih hidup. Selanjutnya Sertu Rizki langsung mencari pemilik penyu dan berkoordinasi dengan warga yang ada di sekitar Teluk Gurita namun tidak menemukan pemilik pondok nelayan tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bahwa, Penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya dijual sebagai sumber protein tinggi dan obat serta dagingnya sebagai bahan makanan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini (penangkapan penyu ilegal), Penyu Hijau ini merupakan hewan langka dan dilindungi, Oleh karena itu saya bersama warga Atapapu dan masyarakat sekitar Teluk Gurita bekerjasama dalam mengawasi penangkapan penyu ilegal”, ujar Danposal Atapupu Letda Laut (S) Arif Lambuto T, S.H., saat dihubungi via telepon.

Setelah melaporkan ke Danposal Atapupu tentang penyu hijau tersebut, Prajurit Posal Atapupu Sertu Rizki bersama warga sekitar langsung melepas liarkan 2 ekor penyu hijau tersebut ke pesisir Pantai Teluk Gurita.

 

/ Dispen Lantamal VII