Perajurit Lantamal V Ikuti Gowes Optimis dan Sosialisasi Pakai Masker

Lantamal V, 24 Agustus 2020,—

Perajurit Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya bergabung dengan ratusan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid -19, melakukan gowes optimis dan sosialisasi pakai masker.

 

Acara Gowes Optimis dilepas oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi oleh Kepala Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Laksamana Pertama TNI dr. Nalendra yg juga Mantan Karumkital RSAL, di Gedung Grahadi. Minggu (23/8).

 

Ketua alumni RSDL, Edi Sukoco mengatakan, 1.270 pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 tergabung dalam Ikatan Alumni Pasien Sembuh Covid-19.

 

Kemudian mereka melakukan edukasi dan sosialisasi penggunaan masker kepada masyarakat dengan kegiatan ‘Gowes Optimis’.

 

Dalam Gowes Optimis tersebut Perajurit Mako Lantamal V Turut serta menyuport dengan menyertakan tim gowesnya, bergabung beserta ratusan survivor COVID-19 yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL).

 

Ikatan alumni ini akan terus bergerak menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi virus corona.

 

“Ikatan Alumni yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur ini. Sekitar 950 orang diantaranya berdomisili di Surabaya,” ujar Edi, disela launching Gowes Optimis di Gradi, pada Minggu, 23 Agustus 2020.

 

Kegiatan Gowes Optimis juga disambut baik oleh Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra, selaku Direktur RSDL.

 

“Tidak hanya edukasi tentang protokol kesehatan, tapi yang perlu disampaikan juga, kenapa harus 3M. Kenapa harus menggunakan masker, kenapa harus menjaga jarak, kenapa harus rajin mencuci tangan,” katanya.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan:

“Ucapan terima kasih, bahwa teman-teman akan menyosialisasikan pesan-pesan solidaritas sosial ini,” ucap Khofifah.

 

Khofifah juga meminta, apabila hari ini di resmikan, harapnya para alumni juga  melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat di luar kota Surabaya, melainkan kota lainnya seperti Gresik maupun Sidoarjo.