Kepala Staf Koarmada II, Buka Briefing Latihan Peperangan Laut Khusus Tahun 2020

TNI AL. Koarmada II, Surabaya 19 Agustus 2020.

 

Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI Teguh Isgunanto mewakili Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto membuka Briefing Latihan Peperangan Laut Khusus Tahun 2020 bertempat di Puslatkaprang Komando Latihan (Kolat) Armada II, Selasa (18/08/2020).

 

Kasarmada II mengatakan, “Latihan ini merupakan latihan unsur gabungan Koarmada II khususnya Kopaska dalam mengasah, membina dan juga meningkatkan kualitas kemampuan, pengetahuan serta profesionalisme prajurit Koarmada II dengan segala keterbatasan yang dimiliki.”

 

” Hal ini untuk mengantisipasi serta menjawab tantangan tugas ke depan, yang tentunya semakin beragam dan kompleks, TNI Angkatan Laut yang mempunyai tugas dan tanggung jawab atas keamanan di bidang maritim, harus terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dengan cara berlatih, berlatih dan berlatih, para prajurit harus dibekali dengan wawasan yang lebih luas melalui latihan yang tidak hanya dilakukan di lingkup satuannya sendiri, namun perlu yang latihan berskala besar melalui latihan gabungan di antara unsur- unsur kekuatan. Dan salah satunya adalah latihan peperangan laut khusus (Naval Special Warfare), ” ungkap  Laksma Teguh.

 

” Latihan ini akan digelar selama dua pekan dengan melibatkan kopaska dan disinergikan dengan unsur kapal selam, kapal atas air serta pesawat udara, ” lanjut Laksma Teguh .

 

” Melalui latihan ini diharapkan para peserta latihan dalam menjalankan tugas operasional maupun latihan, selalu mengandalkan seluruh kekuatannya melalui Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), untuk  mewujudkan implementasi keterpaduan dan sinergitas dari KRI, pangkalan, pasukan dan pesawat udara, “imbuh Laksma Teguh.

 

Pada kesempatan ini Laksma Teguh  berharap, ” Kopaska sebagai bagian pendukung persenjataan KRI yang  memiliki tugas untuk mendukung operasi KRI dalam melaksanakan peperangan laut khusus yang dilaksanakan dalam bentuk interdiksi maritim mampu mengatasi setiap bentuk ancaman serta gangguan yang menghambat tugas yang diemban, ” pungkasnya.

 

(Hdx/Pen2).