LATIHAN BERSAMA POM LANTAMAL VII, YONMARHANLAN VII DAN TIM INTEL LANTAMAL VII BERHASIL MENGGAGALKAN PENYELUNDUPAN NARKOBA

Lantamal VII – Dua orang anggota Lantamal VII di amankan oleh Tim Gabungan Polisi Militer TNI AL (Pomal), Batalion Pertahanan Pangkalan Marinir (Yonmarhanlan VII) dan Tim Intel Lantamal VII, bertempat di Pelabuhan Tenau,  Jl. Adi Sucipto, Alak, Kupang, Kota Kupang, NTT. Rabu, (12/08/2020).

Kejadian ini berawal dari anggota Lidkrim Pom Lantamal VII  menerima  informasi dari  Kesatuan Polisi Pengaman Pelabuhan (KPPP) Rote bahwa ada 2 (dua) Anggota TNI yang melakukan perjalanan dari Rote tujuan Kupang dengan menggunakan Kapal Express Bahari namun tidak di sertai Surat Ijin Keluar Kesatrian dan dicurigai membawa Narkotika.

Setelah mendapat laporan tentang adanya 2 (dua) orang anggota TNI tersebut Anggota Lidkrim Pom Lantamal VII melaporkan kepada Danpom Lantamal VII, selanjutnya Danpom Lantamal VII memerintahkan Kasi Lidkrim Pom Lantamal VII untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut dan dari informasi Kapten Kapal Express Bahari ada 2 (dua) orang yang mengaku TNI On Board di kapal tersebut.

Selanjutnya Danpom Lantamal VII melakukan kordinasi dengan pihak Pelindo Tenau dalam hal ini tempat akan sandarnya Kapal Express Bahari, dan berkordinasi dengan Yonmarhanlan VII untuk penyekatan lewat laut, juga berkoordinasi dengan Tim Intel Lantamal VII untuk bersama-sama melaksanakan pemeriksaan penangkapan terhadap 2 (dua) personel TNI yang dicurigai menyeludupkan Narkotika dari Rote menuju Kupang.

Strategi dan kesiapan bersama Pom Lantamal VII, Yonmarhanlan VII dan Tim Intel Lantamal VII untuk penangkapan disiapkan, sekira pukul 13.30 WITA team gabungan yang berjumlah 40 (empat puluh) personel bergerak menuju Pelabuhan Tenau dan sesampainya disana disiapkan strategi yang telah direncanakan sambil menunggu kedatangan Kapal Express Bahari.

Sekira Pukul 15.00 WITA Kapal Bahari Expres sandar di Dermaga penumpang pelabuhan Tenau, Tim gabungan yang sudah melakukan penyergapan memulai melakukan pemeriksaan terhadap penumpang Kapal Express Bahari yang akan keluar (Pom Lantamal VII membawa anjing K9 untuk pengendusan Narkotika), melihat adanya pemeriksaan oleh team gabungan 2 (dua) orang TNI yang berada didalam Kapal Express Bahari berusaha untuk menghilangkan barang bukti namun dapat dicegah oleh anjing K9 Pom Lantamal VII.

Penangkapan terjadi tanpa ada perlawanan yang berarti tapi salah satu oknum TNI yang dicurigai tersebut berusaha kabur melarikan diri ke buritan kapal dengan menceburkan diri ke Laut namun dengan sigap unit perahu karet Yonmarhanlan VII yang sudah siaga mengitari Kapal Express Bahari berhasil menangkapnya, penyergapan tidak berlangsung lama dan 2 (dua) orang oknum TNI dapat diringkus.

Kegiatan diatas tersebut merupakan sekenario latihan rutin Triwulan dalam rangka meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), Pom Lantamal VII, Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VII dan Intel Lantamal VII yang bersama-sama melaksanakan latihan, dalam kegiatan tersebut terlihat kekompakan dalam melakukan tugas dan terjalinnya sinergitas dengan satuan-satuan lain dalam hal ini pihak Pelindo, KPPP juga Babinsa yang berada di Pelabuhan Tenau. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 30 menit berjalan dengan lancar dan aman.

Danpomal Lantamal VII Kupang Letkol Laut (PM) Nurul Fatta Lubis mengatakan dasar kegiatan  latihan perintah pemimpin melalui Telegram Kasal Nomor 013/POM/0520 TWU 0529 1056 tentang adanya kecenderungan meningkatnya pelanggaran tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya dilingkungan TNI AL.

Danpomal Lantamal VII (Letkol Laut (PM) Nurul Fatta Lubis), Danyonmarhanlan VII (Letkol Marinir Faried Safri Ahmad) dan Dantim Intel (Letkol Laut (E) Eliyaser) menyampaikan Kami akan menindak tegas terhadap Prajurit TNI yang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan “Sumpah Prajurit dan Sapta Marga”.

 

/ Dispen Lantamal VII