Kapal Perang Tangguh Penjelajah Samudera KRI Multatuli-561 Sambangi Dermaga Baru Lanal Kendari

KRI Multatuli – 561 kapal tertua kedua yang dimiliki TNI AL setelah KRI Dewaruci dan sudah berpengalaman dan teruji menjalajahi samudera sambangi dermaga baru Mako Lanal Kendari dalam rangka bekal ulang dan reparasi. Senin, (03/08/2020).

Kapal yang dibuat pada tahun 1961 di galangan Ishikawajima Harima, Tokyo, Jepang pada awalnya adalah kapal jenis tender kapal selam, namun seiring perkembangan jaman dialih fungsikan sebagai Kapal Markas Apung.
.
KRI Multatuli – 561 mempunyai berat dengan muatan penuh 6.741 ton, serta muatan kosong 3.220 ton. Dimensi kapal ini 111,35 x 16 x 6,98 meter, dan ditenagai 1 mesin diesel barmeister & wain – 1 shaft dengan 5500 bhp. Kecepatan maksimumnya 18,5 knot atau setara 34 km per jam. Kapal yang masuk dalam jajaran Satuan kapal Ampibi Komado Armada II ini diawaki oleh 96 personel, dan di komandani oleh Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A. yang merupakan Perwira Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1998.
.
Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia S.Sos., mengatakan bahwa KRI Multatuli – 561 yang sedang melaksanakan Operasi di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada III dan menjadi kapal markas. Dalam pelayaran ini onboard Komandan Guskamla Koarmada III Laksma TNI Taat Siswo Sunarto, S.E., M.Si. KRI Multatuli – 561 sandar di Kendari dalam rangka bekal ulang air tawar dan melaksanakan beberapa perbaikan sebelum melanjutkan operasi di Perairan Indonesia wilayah timur.

Hal ini merupakan tugas pokok Lanal Kendari dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Marinir, Pesawat Udara, dan Pangkalan ) yaitu sebagai pangkalan dengan fungsi 5 R ( Rebased, Refuelling, Replenishment, Repair dan Rest serta Recreation ) bagi unsur-unsur TNI AL yang beroperasi di wilayah kerja Lanal Kendari.