DANLANTAMAL VII MENGIKUTI VICON PAPARAN RENCANA PEMBANGUNAN KEKUATAN DAN VALIDASI ORGANISASI TNI AL

Lantamal VII kupang – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG. Kompiang Aribawa mengikuti Vicon Paparan tentang Rencana Pembangunan Kekuatan dan Validasi Organisasi TNI AL yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Bertempat di Ruang Puskodal, Mako Lantamal VII, Jl. Raya El Nusa, Bolok, Kupang, NTT. Selasa, (28/07/20).

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda (Laksda) TNI Muhammad Ali, S.E, M.M., pada kesempatan Vicon didepan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dan dengan unsur pimpinan seluruh jajaran TNI AL memaparkan  “TNI AL 2020 memproyeksikan pembangunan kekuatan dan kemampuan pada lima tahun ke depan. Lima tahun ke depan merupakan pelaksanaan renstra terakhir untuk MEF TNI khususnya TNI AL. Sampai tahun 2020 ini, hasil pembangunan kekuatan aspek fisik dan kesiapan alutsista TNI AL berdasarkan Perkasal No. 5 Tahun 2016 tentang Kebijakan Dasar Pembangunan TNI AL menuju Kekuatan Pokok Minimum, telah mencapai 67,71%. Melihat pertumbuhan ekonomi terakhir, tampaknya berat bagi negara untuk memenuhi target MEF 100% sampai tahun 2024. Oleh karena itu dengan kondisi saat ini TNI AL memproyeksikan langkah-langkah ke depan dengan merealisasikan konsep prioritas pembangunan kekuatan TNI AL yang mencakup validasi organisasi, penentuan Area Operasi Laut (AOL), penyusunan Kekuatan Siap Operasi (Operation Ready Force), dan penyiapan pertahanan laut di Ibu Kota Negara yang baru. Dengan peningkatan kapasitas dan pembentukan organisasi baru. Peningkatan kapasitas pada sejumlah struktur organisasi didasarkan pada tuntutan tugas pokok dan fungsi yang melebihi kapasitasnya saat ini seperti Kodiklatal, Kormar, Pushidrosal, Puspenerbal dan Puspomal. Sedangkan pembentukan struktur baru berdasarkan pertimbangan kebutuhan organisasi TNI AL seperti pembentukan Komando Armada RI, Puskopaska, Disjarahal, dan Disbintal”.

Dalam suatu kesempatan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M, menyampaikan “Pembangunan SDM TNI AL yang unggul; modernisasi KRI, pesawat udara dan material tempur menuju kekuatan yang siap dioperasikan (ORF); Pembangunan dan peningkatan Sarpras Pangkalan TNI AL; Pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi; Penyelarasan doktrin, Operasi latihan dan sistem pelatihan yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika situasi terkini; kemampuan K2IPP dan siber TNI AL; Peningkatan program dan anggaran berbasis kinerja dan berorientasi hasil yang mendukung penguatan Reformasi Birokarasi (RB); Perbaikan sistem dukungan logistik guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI AL; Peningkatan kemampuan TNI AL, dalam hadapi ancaman bersifat non-konvensional; Mewujudkan prajurit TNI Angkatan Laut yang Profesional, Tangguh dan Berkarakter, membangun struktur kekuatan TNI Angkatan Laut dengan Managemen organisasi modern, efektif dan efisien, mewujudkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terintegrasi; memiliki tingkat kesiapan operasional yang tinggi dan menggunakan teknologi mutakhir serta memiliki interoperability; membeni kekuatan dan kesiapan operasional TNI Angkatan Laut sebagai kekuatan utama matra laut yang mampu dan Tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI”.

Adapun yang menjadi dasar kebijakan pembangunan kekuatan TNI AL antara lain Pembangunan SDM (Profesionalisme prajurit), Reformasi Birokrasi (Validasi Organisasi TNI AL) dan APBN tepat sasaran (Bangkuat menuju ORF).

“Bergeraklah dan berpindahlah dari Zona Nyaman, berlepas dirilah dari belenggu rutinitas dan marilah kita bersatu melangkah maju dalam tekad bersama untuk membangun Kejayaan Angkatan Laut dalam kerangka pengabdian yang tulus kepada rakyat, bangsa dan negara. JALESVEVA JAYAMAHE”, ujar Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M, diakhir pengarahannya.

 

/ Dispen Lantamal VII