HARI KEDUA RAPAT PENANGGULANGAN TERORISME DI WILAYAH PERBATASAN DAN PULAU TERLUAR

Lantamal VII – Personel Lantamal VII mengikuti hari kedua rapat penanggulangan terorisme di Wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar hari kedua, bertempat di Hotel Sotis, Jalan Timor Raya KM.3 No.90, Kelurahan Pasir Panjang, Kec. Kota Lama Kota Kupang, NTT. Rabu (22/07/2020).

Hari kedua acara penguatan dan kapasitas personel TNI/Polri dan instansi terkait dalam rangka mendukung penanggulangan terorisme di wilayah perbatasan dan pulau terluar yang di selenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pusat, diberikan materi sosialisasi aturan perundang-undangan terkait tindak pidana terorisme dan pola penyebaran paham radikal terorisme dan evolusi jaringan dalam persepektif sosial budaya oleh Direktur Penegakah Hukum BNPT dan Kasi Pemberdaya Kemampuan Bapak Suroyo, S.H., M.Hum., paparan tentang aturan pelibatan serta kebijakan TNI dalam penanggulangan tindak pidana Terorisme dan dinamika situasi aktual terkait tindak pidana terorisme di wilayah NTT oleh Kasi Intel Korem 161/WS Letkol Inf Abdul; paparan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Hamidin tetang kebijakan dan strategi penggunaan kekuatan Polda NTT dalam penanggulangan Terorisme; paparan oleh Kabagops Binda NTT Kolonel Arm Anthon Popang tentang Bangsit Aktual Terkait Radikalisme dan Terorisme di Prov. NTT, paparan oleh Kakesbangpol NTT tentang partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Prov. NTT.

Di akhir rapat ada penyampaian atau sharing experience tentang proses seseorang bisa terpapar paham radikalisme oleh Sdr. Yudi Zulfahri S. STP, M.Si (mantan napiter yang terlibat kasus pelatihan militer di Aceh pada tahun 2009 – 2010 dan menjalani masa tahanan pada tahun 2010 s.d 2015) antara lain :

(1)       Faktor pemicu orang terpapar paham radikal adalah ideologi secara sederhana bisa disimpulkan bahwa terorisme merupakan suatu kejahatan yang berbasiskan pada Ideologi, dan hal ini yang membedakannya dengan kejahatan umum lainnya.

(2)       Dalam era terorisme saat ini pasti ada unsur agama dan hal tersebut terjadi pada agama mayoritas. karena pada setiap agama pasti ada minoritas yang memiliki paham radikal.

(3)       terjadinya benturan antara spirit keagamaan dengan jiwa nasionalisme seseorang akibat dari radikalisasi yang sudah ditanamkan.

Adapun pejabat dan peserta kegiatan sebagai berikut : Deputi Bidang penindakan dan pembinaan kemampuan BNPT Irjen Pol Drs. Budiyon Sandi, S.H., M. Hum., Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol Drs. Imam Margono beserta pejabat di lingkungan BNPT, Karoops Polda NTT Kombes Pol Ulami, Pabanren Sops Lantamal VII Ltk (P) Guntur Alamsyah, Dantim Intel Lantamal VII Kupang Letkol Laut (E) Agusthin.us Eliaser, Pasi Intel Korem 161/Ws Kapten Inf Herue Teguh Wibowo, Kasupurpam Urpamtubuh Intel Lanud El Tari Letda Sus Chanif Nuriadhin, Kepala Sub Seksi Intelijen Imigrasi Kupang Bapak Anthonius D. Lela, Personel Lantamal VIl Kupang 14 orang, Personel Korem 161 Wira Sakti 10 orang, Personel Lanud El Tari 10 orang, Personel Polda NTT 16 orang, Personel SPKKL Kupang (Bakamla) 4 orang, Personel Kantor Imigrasi TPI Kelas l Kupang 6 orang, Personel Bankesbangpol Prov. NTT 5 orang,  Personel Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kupang dan Atambua 7 orang dan Personel FKPT Prov. NTT 2 orang.

 

(JND) PEN7