DANLANAL DENPASAR DAMPINGI STAF AHLI MENKOPOLHUKAM RI AUDIENSI KE POLDA BALI

Lantamal V, (16/7),—

Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Bali Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, S.E., mendampingi Staf Ahli Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI (Menkopolhukam RI) Laksamana Muda TNI Yusup, S.E., M.M., melaksanakan audiensi ke Polda Bali yang diterima oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha didampingi Karo Operasi Polda Bali Kombes Pol. Djoko Prihadi, SH. , Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Drs. Wahyu Suyitno, Dir Polairud Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi Effendi, S.H., S.I.K., M.H., yang bertempat di ruang Lounge Andalan, Polda Bali, Selasa

 

Kedatangan Staf Ahli Kementeri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) ini di pimpin oleh Laksamana Muda Yusuf, S.E., M.M., sebagai Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman ke Polda Bali, didampingi Danlanal Denpasar Bali dan staf kementrian menyampaikan maksud dan tujuannya ke Polda Bali, Yakni selain melakukan silaturahmi dan perkenalan, juga untuk melaksanakan rapat koordinasi tentang penguatan sistem keamanan laut di Selat Bali dan Selat Lombok Guna terjaganya stabilitas Politik, Hukum, dan Keamanan di Provinsi Bali.

 

Laksda Yusuf, S.E., M.M., menyampaikan bahwa dalam rangka berjalannya new normal atau kebiasaan baru oleh Presiden RI, sehingga melihat dari situsi pandemi covid-19 seperti ini maka sejak tanggal 1 juli lalu telah beroperasi sistem Traffic Separation Scheme (TSS), dimana kapal kapal yang melintas di Selat Bali harus dengan koridor yang diawasi pihak keamanan pada tempat – tempat tertentu seperti yang telah dilakukan pada Selat Malaka.

 

Untuk diketahui bahwa dari empat Selat utama di dunia, dan ke – empatnya ada di Indonesia, yakni Selat Lombok, Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Makasar. Sehingga Selat Malaka dan Selat Singapore sudah memberlakukan TSS. dan pelaksanaannya akan di cek langsung Laksda Yusuf. ”Besok saya akan mengecek implementasi operasional penggunaan TSS kepada siapa saja, artinya nantinya kita tidak bisa secara sektoral sendiri-sendiri, karna keamanan dan keselamatan navigasi di selat Bali ini menjadi tanggung jawab komunitas keamanan dan jalur itu untuk keselamatan manusia”, ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha menyampaikan ucapan selamat datang untuk team dari Staf Ahli Menkopolhukam di Polda Bali, dan juga sekaligus mengucapkan permohonan maaf karena bapak Kapolda Bali tidak dapat hadir karna sedang melaksanakan kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

 

Wakapolda juga menyampaikan, dilihat dari situasi pandemi covid-19 dewasa ini, bahwa di Bali pada tanggal 9 juli sudah di terapkan sistem new normal, sehingga pariwisata di bali telah di buka, khususnya pada situasi pandemi seperti sekarang tetap protokol kesehatan harus diutamakan, contohnya pada saat personel Polri melaksanakan operasi lalulintas tetap menutamakan protokol kesehatan dalam bertugas dan tetap sesuai dengan SOP.

 

Terkait dengan sistem VTS, Wakapolda Bali menyampikan bahwa pihak Polda Bali akan selalu mendukung apa yang menjadi kebijakan Pemerintah RI, untuk itu Wakapolda Bali tetap akan melaporan hal ini kepada Kapolda Bali sebagai bahan masukan dan pertimbangan pimpinan dalam rangka pengambilan kebijakan yang akan diambil.