KOMANDAN LANAL DENPASAR DAMPINGI KOMISARIS UTAMA PT. PELINDO III KUNJUNGAN KERJA DI PELABUHAN BENOA

Lantamal V, (27/6).—

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, S.E. bersama Para Perwira Staf Lanal Denpasar dan Staf Regional Pelindo III serta Disnav Kelas III Benoa mendampingi kunjungan kerja Komisaris Utama PT. Pelindo III Laksamana (Purn) Prof. Dr. Marsetio, SIP,. M.M. di Pelabuhan Benoa, Provinsi Bali. Kemarin (26/6)

 

Kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh Komisaris Utama PT. Pelindo III beserta staf kali ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan langsung VTS Disnav Kelas II Benoa serta peninjauan sistem bagan pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) yang berada di ALKI II (Selat Lombok).

 

Dalam penjelasannya Komisaris Utama PT. Pelindo III pada saat konferensi pers di gedung VTS Distrik Navigasi Kelas II Benoa menjelaskan bahwa Indonesia siap berperan aktif di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran dunia serta perlindungan lingkungan maritim khususnya di wilayah perairan Indonesia sejak disahkannya bagan pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) di ALKI I (Selat Sunda) dan ALKI II (Selat Lombok) yang di putuskan secara resmi pada bulan Juni 2019 pada sidang International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 yang berlangsung di Markas Besar IMO, London Inggris. Maka semua kapal-kapal mulai tgl 1 Juli 2020 wajib mematuhi semua regulasi-regulasi sesuai dengan ketentuan IMO.

 

“Indonesia sebagai negara kepulauan pertama terbesar di dunia yang di wilayah mengajukan TSS dan disetujui oleh sidang IMO, sebagai pembanding di Selat Malaka juga ada TSS Selat Malaka dengan panjang 252 NM yang dikelola oleh tiga negara pantai antara lain Indonesia, Malaysia dan Singapura, sedangkan TSS di Selat Sunda yang panjangnya 9,7 NM dan Selat Lombok 37 NM total keseluruhan menjadi tanggung jawab dan dikelola oleh Indonesia”. Imbuh Komisaris Utama.