LANAL MATARAM BERSAMA SATGAS GABUNGAN DITJEN PSDKP- KKP TANGKAP PELAKU PENGEBOMAN IKAN DI LOMBOK TIMUR

Lanal Mataram – Pos TNI AL (Posal) Selat Alas Bersama Satuan Pengawas (Satwas) SDKP Lombok Timur berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang pelaku pengeboman ikan yang telah melakukan aksinya di wilayah perairan Lombok Timur pada Kamis (18/06/2020).

Penangkapan ini berawal dari laporan Pokmaswas Petrando yang mencurigai kedua pelaku karena membuang bungkusan yang ternyata berisi bom ikan dan potasium. Sempat dilakukan pengejaran namun pelaku berhasil kabur dan meninggalkan perahunya di dekat pantai. Meskipun sempat berusaha membuang barang bukti bom ikan dan melarikan diri kedua pelaku akhirnya ditangkap oleh aparat gabungan di rumahnya.

Dihubungi secara terpisah PSDKP-KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, “Aparat gabungan harus bekerja keras karena pelaku meninggalkan perahu dan membuang semua barang bukti seperti bom dan potasium. Namun berbekal kesigapan dan dukungan dari Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Petrando yang pertama kali menginformasikan kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan dengan cara merusak tersebut, berhasil ditangkap secara persuasif”.

”Alhamdulillah pelaku saat ini sudah diamankan di Lanal Mataram dan akan segera kami proses hukum lebih lanjut”, lanjut Tb Haeru Rahayu.

Dalam kesempatan terpisah, Komandan Lanal (Danlanal) Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., ketika ditemui awak media di Lanal Mataram pada Senin (22/6) menyampaikan bahwa TNI AL siap bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya termasuk KKP dalam memberantas praktik-praktik Destructive Fishing di wilayah perairan Lombok Timur.

”TNI AL tentu akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan penangkapan ikan dengan cara yang merusak ini dapat di berantas”, tegas Danlanal Mataram.

Kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (handak) dapat dijerat dengan pasal 85 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009, tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman pidana penjara 5 (Lima) Tahun dan denda Maksimal 2 (Dua) Miliar Rupiah. Selanjutnya Lanal Mataram akan berkoordinasi dengan Diskum Lantamal VII Kupang, DKP dan Kejaksaan untuk proses lebih lanjut.

/ Dispen Lantamal VII