KRI Teluk Cendrawasih-533 Turunkan Prajurit, Perahu Karet Dan Jaring Di Pelabuhan Melonguane

Koarmada II. MELONGUANE (17/6/2020)  Hari senin 15 Juni 2020 untuk yang keempat kalinya KRI Teluk Cendrawasih-533 (KRI TCW-533) sandar di pelabuhan Melonguane dalam rangka bekal ulang air tawar. Lanal Melonguane selaku Pangkalan TNI Angkatan Laut yang berada di Melonguane melakukan salah satu tupoksi untuk mendukung kegiatan tersebut.  

Pada hari Selasa pagi yang cerah tanggal 15 Juni 2020 tampak hal yang berbeda di Pelabuhan Melonguane, yaitu terlihat cukup banyak prajurit dari KRI TCW-533 dan prajurit Lanal Melonguane serta Pramuka Saka Bahari dengan mengenakan pakaian seragam olahraga berbaris di pelabuhan, bahkan terlihat KRI TCW-533 menurunkan sekoci perahu karet turun ke laut. Ternyata, turunnya prajurit KRI TCW-533 serta sekoci yang dilengkapi jaring dengan dibantu oleh prajurit Lanal Melonguane dengan perlengkapan yang sama adalah bukan untuk menangkap ikan di laut, melainkan untuk menjaring sampah-sampah yang hanyut di laut di sekitar Pelabuhan Melonguane.

Di sisi pantai tampak prajurit KRI TCW-533 beserta prajurit Lanal Melonguane dengan anggota Pramuka Saka Bahari binaan Lanal Melonguane melaksanakan pembersihan sampah-sampah yang berada di sekitar pelabuhan Melonguane dan pelabuhan speed. Dengan membawa kantong-kantong plastik sebagai tempat sampah, para prajurit tersebut dengan cekatan membersihkan sampah organik dan sampah non organik berserak di pantai. Tidak memerlukan waktu yang cukup lama, sampah-sampah tersebut berhasil dibersihkan. Saat melaksanakan kegiatan pembersihan tersebut, tampak seluruh personel yang terlibat menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Terkait kegiatan tersebut, Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T., M.Tr. Hanla selaku Komandan Lanal Melonguane menyatakan bahwa ia sangat mengapresiasi Komandan KRI TCW-533 yang telah menurunkan prajuritnya untuk membantu kegiatan pembersihan di sekitar Pelabuhan Melonguane. Selaku Komandan Satuan Kewilayahan TNI Angkatan Laut di Kabupaten Terdepan di wilayah perbatasan paling Utara NKRI, ia pun tak lepas mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Panglima Koarmada II dan Komandan Gugus Tempur Laut (Dangunpurla) Koarmada II yang telah secara rutin dan terus menerus menugaskan unsur-unsurnya (kapal-kapal perang) untuk melaksanakan operasi/patroli di sepanjang laut di perbatasan antara RI-Filipina. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan oleh Komandan Lanal Melonguane kepada Komandan KRI TCW-533 yang telah menyambangi bukan hanya Lanal Melonguane namun juga Posal (Pos Pengamat TNI Angkatan Laut) yang berada di Pulau Terdepan seperti Pulau Miangas.

Mengakhiri pernyataannya, Perwira Marinir yang pernah berdinas di beberapa Batalyon Marinir di Karang Pilang dan Cilandak, di Mako Kormar dan Mabes TNI Angkatan Laut ini mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk menjaga dan memelihara laut dan pantai, salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihannya dari sampah. Ia menyatakan bahwa banyak masyarakat di luar Kab. Kep. Talaud yang memuji keindahan dan kejernihan laut Kabupaten wilayah perbatasan ini, hal tersebut ia pantau dari komentar-komentar pada unggahan foto dan video di media sosial. Untuk itu, selain untuk menjaga ekosistem laut dan pantai agar tetap terjaga, ia pun mengajak masyarakat untuk terus peduli menjaga kebersihan laut dan pantai dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan turut membersihkan laut dan pantai di sekitar tempat tinggal masing-masing. Apabila laut dan pantai kita jaga dan pelihara dengan baik, maka alam pun akan memberikan kebaikan kepada kita. Ingat, laut dan pantai ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tapi merupakan titipan dari generasi penerus kita, yang pada suatu saat nanti akan kita serahkan kepada generasi penerus kita. Tentunya saat kita mengembalikan kepada generasi penerus kita, kondisinya harus terjaga dan terpelihara, pungkasnya.