KAL KEMBANG II-7-01 PERIKSA KAPAL YACTH AFTERGLOW II BERBENDERA AUSTRALIA

Lantamal VII Kupang – Komandan KAL Kembang II-7-01 Letda Laut (P) Setya Nurcahya melaksanakan pemeriksaan kapal Yatch Afterglow II berbendera Australia, di perairan Namosain, Nuan Bau Sabu (NBS), Kec. Alak, Kota Kupang, NTT. Selasa (16/06/2020).

Kapal Angkatan Laut (KAL) Kembang II-7-01 yang sedang melaksanakan Operasi Keamanan Laut Terbatas (Opskamlatas) Tahun 2020 mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pada hari Senin tanggal 15 Juni 2020 Pukul 15.30 Wita Kapal Yacth Afterglow II berbendara Australia melaksanakan lego jangkar pada posisi 10° 10′ 3″ S – 123° 33′ 50″ E di perairan Namosain, Nuan Bau Sabu (NBS) Kec. Alak, Kota Kupang.

Kal kembang II-7-01 kemudian bergerak mendekati posisi Kapal Yatch tersebut. Setelah dekat Komandan KAL kembang II-7-01 Letda Laut (P) Setya Nurcahya bersama dengan Petugas KSOP Kelas III Kota Kupang (Bpk Yerimias) dan Petugas KKP NBS, Kota Kupang (Bpk. Ellus) melaksanakan pengecekan terhadap Kapal Yacth Afterglow II. Dari hasil pengecekan dan pemeriksaan di dapat keterangan bahwa penumpang Kapal Yacth tersebut merupakan 2 WNA asal Australia, yaitu Bernard Lindahl (52 th) dan Elisabeth Marie Lindahl (51 th).

Menurut Agent Kapal Yacht Afterglow II yaitu Bapak Mateo, tujuan dan maksud keberadaan Kapal Yacht tersebut dalam rangka pengurusan surat untuk kembali ke Pelabuhan Awal Kota Darwin Australia, setelah sebelumnya berlayar dan singgah di Amahusu Ambon. Dari hasil pengecekan dan pemeriksaan dokumen kapal dan kesehatan 2 WNA asal Australia tersebut tidak di temukan kendala. Dan direncanakan hari Selasa tanggal 16 Juni 2020 mereka akan ke Kantor Imigrasi untuk melakukan laporan Check Out meninggalkan perairan Indonesia dan kembali ke Australia.

Komandan Kal Kembang II-7-01 Letda Laut (P) Setio Nurcahya dalam sebuah kesempatan mengatakan, “Kita memeriksa Kapal Yacth Aferglow II berbendera Australia ini untuk mengecek kelengkapan dokumen kapal dan kelengkapan lainnya memastikan tidak adanya pelanggaran, khususnya dokumen kesehatan bebas Covid-19”.

 

/ Dispen Lantamal VII