PASMIN LOG LANAL TEGAL HADIRI ISTIGHOSAH DAN PENGAJIAN AKBAR HARLAH NU  KE 94

PASMIN LOG LANAL TEGAL HADIRI ISTIGHOSAH DAN PENGAJIAN AKBAR HARLAH NU  KE 94

Lantamal V (13/3), —

Pasmin Log  Lanal Tegal kapten Laut (P) M. Yusro mewakili Danlanal Tegal Hadir dalam acara Istigosah dan Pengajian Akbar Peringati Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU).Ribuan warga nahdiyin Kota Tegal dan sekitarnya memadati Lapangan Masjid Ats Tsumaery Jl. Mataram Kel.Sumur Panggang Kota Tegal Kamis (12/3) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi NU tersebut diisi oleh Ketua PBNU Pusat prof Drs KH Sa’id Aq’il Sirodj MA.

Walikota Tegal H. Dedi Yon Supriyono, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan NU selalu konsisten menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu menurutnya, sebagai organisasi keagamaan terbesar, NU diharapkan menjadi ikon dari Islam yang sejuk yang dapat mengayomi nilai-nilai luhur yang telah dibawa dan diajarkan oleh para kyai NU terdahulu dalam memaknai Islam. “Karena harus diakui ajaran NU itulah yang menjadi faktor utama kerukunan bangsa Indonesia selama ini,” ucapnya.

Ketua PCNU Kota Tegal Abdal Hakim Thohari dalam sambutanya mengajak warga NU untuk mengembangkan amaliyah yang telah diajarkan ulama NU di era global seperti saat ini. “Jadikan ajaran NU sebagai perekat bangsa, mari kita kembangkan dan suburkan ajaran NU di tengah masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, dalam ceramahnya Ketua PBNU pusat Drs. K.H. Said Aqil Siradj M.A., mengungkapkan sejarah berdirinya NU hingga peran NU dalam ikut wujudkan kemerdekaan Negara Indonesia. 

Menurutnya, NU memiliki peran besar dalam mewujudkan kemerdekaan Nasionalisme Indonesia yang digelorakan K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H., Wahab Hasbullah bukan nasionalis sekuler tapi benar-benar keluar dari hati yang beriman. Sehingga yang muncul nasionalisme religious- religius nasionalis, jargon Cinta tanah Air K.H. Hasyim Asy’ari adalah bagian dari Iman kepada Allah. Meski pakai sarungan, pakai sorban, berani menggelorakan cinta tanah air.

Negara Indonesia berdiri dengan semangat Nasional tidak ada Kiai NU di Indonesia mengajarkan radikalisme Ulama NU di kampung, di desa, membentuk karakter bangsa, dan semangat Nasional keluar dari hati yang beriman silakan era globalisasi, pasar bebas asia, masuk melalui peradaban media sosial, kita masih punya jati diri, yakin kepribadian bangsa Indonesia diera seperti apapun tidak akan hancur. Tidak seperti di timur tengah yang kini hancur peradabannya karena tidak punya ukhuwah wathoniyah Cinta tanah air.

Para Ulama NU melestarikan tradisi budaya yang dimiliki bangsa Indonesia tradisi nenek moyang sebelum islam dan yang kemudian dilestarikan setelah datang Islam Karena tradisi budaya Jawa diisi dengan syariat Islam Pertahanan budaya bangsa tidak akan runtuh dengan budaya globalisasi dan inilah bentuk dari Islam Nusantara tutup Kyai.

Selain dihadiri oleh Kabag Kesra Jateng Drs. Imam Maskur MI. Para pengurus PCNU Kota Tegal, acara tersebut juga di hadiri oleh MUI Kota Tegal, Forkopimda Kota Tegal dan seluruh orgasnisasi NU lainnya.