Prajurit Koarmada II Serius Mengikuti Sosialisasi Covid-19 Oleh Tim RSAL

TNI AL. Koarmada II, 11 Maret 2020

 

Covid-19 atau yang terkenal di masyarakat dengan sebutan virus corona, saat ini menjadi momok menakutkan bagi dunia. Namun ternyata ketakutan dan kepanikan tersebut, disebabkan oleh banyak beredarnya informasi yang tidak benar tentang virus yang pertama terungkap di Kota Wuhan, China . Kepanikan tersebut pastinya juga dirasakan oleh prajurit TNI AL di Koarmada II, terlebih sudah ada 27 orang di Indonesia yang terjangkit virus corona.

 

Karenanya untuk meredam rasa takut dan panik akan Covid-19, RSAL dr. Ramelan menurunkan tim yang terdiri dari dokter, perawat dan praktisi kesehatan untuk mensosialisasikan tentang virus tersebut termasuk upaya pencegahannya. Sosialisasi Covid-19 kepada prajurit dan PNS Koarmada II dilaksanakan di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) pada Rabu (11/3).

 

Sebelum mengikuti sosialisasi, lebih dulu seluruh prajurit menjalani pengecekan suhu tubuh oleh tim kesehatan Diskes Koarmada II. Beruntung seluruh yang hadir ada dalam kondisi suhu tubuh yang normal. Usai dibuka oleh Aspers Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) Dede Burhanudin mewakili Panglima Laksda TNI Heru Kusmanto, para prajurit mendapat pencerahan tentang Covid-19 dari Letkol Laut (K/W) dr.Indah, Sp.P.

 

Menurut Dokter Indah, virus corona masih satu keluarga dengan virus yang sempat membuah heboh dunia pada tahun 2002 silam yakni SARS. Namun menurutnya virus corona atau Covid-19 lebih ringan dibandingkan SARS. “Pada intinya kita tidak perlu panik dengan wabah Covid-19, sebab jumlah pasien yang sembuh masih lebih tinggi dibandingkan dengan  pasien yang meninggal akibat virus ini. Lagipula pengendalian dan solusinya mudah, tidak ribet,” ujar Dokter Indah.

 

Mudah dan tidak ribet yang dimaksud dokter spesialis Paru ini adalah, dimulai dari cara pencegahannya yakni dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara baik.  Salah satunya melalui cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau juga hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol. Kemudian hindari kontak dengan hewan, utamanya liar sebab virus ini ditularkan dari hewan kelelawar kepada manusia.

 

“Selanjutnya hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, karena virus dapat menular melalui organ tersebut. Terakhir gunakan masker yang menutupi hidung dan mulut ketika kita menderita batuk atau kondisi tubuh kurang fit, jika demikian langsung periksakan diri ke rumah sakit terdekat dan hindari aktivitas yang melibatkan paparan dengan banyak orang,” terang Dokter Indah.

 

“ Tetap tenang, tidak usah panik dan jangan lupa jaga kebugaran tubuh dengan olahraga serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” tegasnya. Indah juga mengingatkan agar seluruh prajurit tidak perlu ikut-ikutan memborong masker, sebab masker diperlukan hanya bagi yang sakit atau pekerja di rumah sakit.

(Fat/Pen2)