Prajurit Koarmada II Ramai-Ramai Ikuti Cara Cuci Tangan Demi Cegah Covid-19

TNI AL.Koarmada II, 11 Maret 2020

“ Kuman….No, Cuci Tangan…Yes Yes Yes, Hidup Sehat…Kita Semua ! ”.

Itulah sepenggal yel yel yang digaungkan oleh Mayor Laut (K/W) Sari Siahaan kepada seluruh prajurit Koarmada II, saat mengawali  ceramahnya mengenai tips mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar WHO guna mencegah penularan Covid-19. Tips tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Covid-19 oleh tim kesehatan RSAL dr. Ramelan Surabaya di Gedung PTA Koarmada II, pada Rabu (11/3).

Menurut Sari-sapaan karibnya, mencuci tangan dapat dilakukan dengan dua cara yakni menggunakan sabun dan air yang mengalir  selama 20-30 detik, lalu cara berikutnya menggunakan cairan antiseptik selama 40-60 detik.

“ Semuanya dilakukan dalam enam langkah yang sudah menjadi standar WHO, yakni diawali dengan basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih, “ ujar Sari.

“ Setelah itu bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkannya. Lalu gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian. Terakhir, letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan .Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu, “ terang Mayor Sari tentang 6 langkah mencuci tangan yang baik dan benar.

Menutup acara sosialisasi yang juga menghadirkan Letkol Laut (K/W) dr. Indah, Sp.P sebagai pembicara utama, beberapa perawat dari RSAL dr. Ramelan memperagakan enam langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar sebagai langkah pencegahan tertular Covid-19.

Nampak ikut hadir mengikuti sosialisasi Covid-19 antara lain para pejabat utama, Sahli dan kasatker Koarmada II, serta  para Komandan KRI di Pangkalan.

(Fat/Pen2)