Danlanal Yogyakarta Bacakan Amanat Panglima TNI Pada Upacara Bendera 17 An

Danlanal Yogyakarta Bacakan Amanat Panglima TNI Pada Upacara Bendera 17 An

Lantamal V (17/1), —

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta, Lantamal V Kolonel Marinir Bambang Adriantoro selaku Inspektur Upacara (Irup) membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P pada Upacara Bendera 17 an Jumat  (17/1).

Upacara bendera 17 an Lanal Yogyakarta dengan Komandan Upacara (Danup) oleh Pjs. Kepala Satuan Perbekalan (Pjs. Kasatbek) Lanal Yogyakarta Kapten Laut (S) Supigi dengan pasukan upacara terdiri dari 1 Tim Musik, 1 Peleton Gabungan Pama dan Kowal, 1 Peleton Bersenjata Gabungan Bintara Tamtama dan 1 Peleton PNS Lanal Yogyakarta.

Adapun turut hadir Perwira Staf Lanal Yogyakarta adalah Mayor Laut (S) Agus Herjito (Ka Akun Lanal Yogyakarta), Mayor Laut (T) Dwi Badi JS (Pasminlog Lanal Yogyakarta, Mayor Laut (T) Mufit (Pasintel Lanal Yogyakarta), Mayor Laut (P) Yuhanit (Paspotmar Lanal Yogyakarta), Mayor Laut (PM) Sambudi (Dandenpomal Lanal Yogyakarta), Kapten Laut (KH) Agus Mulyanto (Pasminpers Lanal Yogyakarta), Kapten Laut (E) Agus Muryanto (Paur Opslat Lanal Yogyakarta) serta Seluruh Prajurit dan PNS Lanal Yogyakarta.

Upacara Bendera 17 an tersebut diawali pengibaran sang saka bendera Merah Putih, serta berkumandangnya lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Undang Undang Dasar 1945, pengucapan Sapta Marga serta Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia.

Selaku Irup, Danlanal Yogyakarta membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.I.P. dengan beberapa hal pokok disampaikan antara lain Panglima TNI berpesan untuk terus menerus meningkatkan kemampuan dan kesiapan satuan-satuan TNI dalam melaksanakan tugas pokok untuk kepentingan bangsa dan negara.

Tuntutan kesiagaan tersebut terbukti saat terjadi bencana alam di beberapa daerah tepat saat pergantian tahun dapat dilaksanakan aksi tanggap bencana dengan baik, demikian pula dengan kesiapan dalam permasalahan di laut Natuna Utara dan permasalah separatisme di Papua. Oleh karena itulah pengembangan organisasi TNI dengan mengedepankan pendekatan Tri Matra terpadu telah mulai dijalankan sehingga tercipta sinergi dan kerja sama yang erat.

“Beberapa penekanan untuk dipedomani seluruh prajurit TNI adalah selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas. Selalu meningkatkan profesionalisme perorangan dan satuan agar tugas terlaksana secara optimal.

Laksanakan koordinasi, sinergi, dan kerja sama yang baik dengan instansi lain maupun berbagai komponen yang ada di masyarakat. Membangun kewaspadaan melalui deteksi dini dan cegah dini terhadap kecenderungan kerawanan yang mungkin terjadi. Perkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat guna mewujudkan Indonesia yang Jaya”, sebagai ahkir amanat Panglima TNI.