Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Hadiri Upacara Peringatan 73 Puputan Margarana Tabanan Bali

Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Hadiri Upacara Peringatan 73 Puputan Margarana Tabanan Bali

Lantamal V (21/11), —

Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar, Lantamal V  Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko  menghadiri Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke – 73 Tahun 2019, di Halaman Tengah TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kec.Marga, Kab. Tabanan kemarin.

Peringatan bertema Tema “Dengan Semangat Puputan Margarana, Kita Tumbuh Kembangkan Pahlawan Masa Kini” ini dipimpin bertindak Irup Wakil Gubernur Bali, Dr.Ir, Tjok Oka Arta Ardana Sukawati,M.Si, dengan Komandan Upacara Pasi Bin Puan Ter Korem 163/Wsa Mayor Arh Pande Md Sudarta.

Uacara ini diikuti ratusan peserta Upacara dari TNI/Polri dan ASN Kabupaten Tabanan serta siswa-siswi SLTA Negeri 1 Marga Tabanan.

Hadiri dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana diwakili Danrem 163/Wsa Kolonel Arh. AM. Suharyadi, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Ketua Pengadilan Tinggi Bali, Bpk I Ketut Gede,SH.MH, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Bpk. Idianto SH.MH, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama,S.Sos.M.Si, Komandan Lanud Ngurah Rai dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali menyampaikan bahwa sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa Puputan Margarana merupakan suatu peristiwa heroik dari pasukan Ciung Wanara bersama-sama rakyat yang dipimpin Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Dalam peristiwa itu para pahlawan kita berjuang sampai pada tetes darah penghabisan sehingga peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Puputan Margarana memiliki makna pengorbanan dalam peperangan membela kebenaran dan keadilan.

Peristiwa itu juga untuk mempertahankan harkat dan martabat serta kedaulatan bangsa merupakan perjuangan surah ikhlas dan bukan pengorbanan yang sia-sia sebagai penghargaan atas hal itu kita memperingati peristiwa Puputan Margarana, jelasnya Gubernur Bali.

Gubernur mengajak kepada seleuruh peserta upacara untuk bercermin dari nilai-nilai perjuangan masa lalu yang diadaptasikan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan pada masa sekarang ini.

“pada peringatan Hari Puputan Margarana ke-73 tahun 2019 ini, saya mengajak seluruh Bali dan meningkatkan rasa solidaritas sosial dengan semangat dan nilai-nilai luhur kepahlawanan guna mewujudkan kesejahteraan sesuai dengan visi pembangunan yaitu semesta berencana menuju Bali era baru yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam dari beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia,” punglasnya.