Komandan Lanal Batuporon Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Komandan Lanal Batuporon Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Lantamal V (10/11).

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon, Lantamal V, Koarmada II  Letkol Laut (P) Teguh Wibowo M, Tr. Hanla menghadiri upacara hari Pahlawan yang digelar di Lapangan Kantor Pemkab Bangkalan jln.Soekarno Hatta No.35 Bangkalan Minggu (10/10/2019).

Tampak hadiri Bupati Kab. Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, Wakil Bupati Kab. Bangkalan Drs. Mohni, MM., Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, M.Tr.Hanla, Dandim 0829/Bangkalan Letkol KAV Ari Setyawan Wibowo,S.Sos., Kapolres Bangkalan AKBP Ram Samtama Putra,SIK.,M.Si.,MH., Kajari Bangkalan dan pejabat Kab Bangkalan lainnya.

Dalam upacara tersebut ikut serta pula satu peleton pasukan upacara dari Lanal Batuporon, anggota TNI/Polri diikuti pula dari Korpri Bangkalan, anggota Pol PP, Pramuka dan pelajar

Danlanal Batuporon yang di temui seusai mengikuti pelaksanaan upacara mengatakan, upacara itu dimaksudkan untuk mengenang para pahlawan pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak Tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Pertempuran ini lanjutnya,  adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945 keadaan berangsur-angsur mereda walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata kata-kata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur pada 30 Oktober 1945.

Pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara Tak Kenal Menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya membuat Inggris terasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenal sebagai Kota Pahlawan selanjutnya tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.