Danlanal Semarang Beserta Ibu Ketua Cabang 4 Korcab V DJA II Hadiri Upacara Detik – Detik Proklamasi Peringatan Kemerdekaan RI Ke 74

Danlanal Semarang Beserta Ibu Ketua Cabang 4 Korcab V DJA II Hadiri Upacara Detik – Detik Proklamasi Peringatan Kemerdekaan RI Ke 74

Lantamal V (19/8),—-

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal)  Semarang, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Laut (P)  Musleh Yadi bersama Ibu Ketua Cabang 4 Korcab V DJA II Ny Evy Musleh Yadi menghadiri Upacara Detik detik Peringatan Kemerdekaan Republik indonesia ke 74 tahun 2019 tingkat Provinsi Jateng, SDM Unggul Indonesia Maju merupakan tema Upacara yang di gelar di Lapangan Pancasila (Lapangan Simpang Lima) Kota Semarang,  beberapa hari yang lalu.

Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jateng Bapak H. Ganjar Pranowo bertindak selaku Inspektur upacara,  sedangkan Komandan upacara dipercayakan kepada Letkol Inf Arief Wicaksana, S.H., M.Han. yang tugas kesehariannya sebagai Danyonif Reider 400/ BR.

Pangkalan TNI AL (Lanal)  Semarang juga mengirim satu Pleton Pasukan guna mengikuti upacara Detik detik Peringatan Proklamasi Republik Indonesia ke 74 tahun 2019, bergabung bersama lebih kurang 1.500 orang Peserta upacara.

Adapun susunan peserta upacara terdiri dari Satsik Gabungan Ajendam IV/DIP dan Polda Jateng. Batalyon Gabungan I terdiri dari 1 Kompi Gabungan TNI/ Polri (45 TNI, 45 Polri),1 Kompi Gabungan TNI/Polri (45 TNI, 45 Polri), 1 Kompi Gabungan Korps Wanita TNI/Polri.

Batalyon Gabungan II Terdiri dari 1 Kompi Taruna Akpol Semarang,1 Kompi Yonif Raider 400/BR, 1 Kompi Yonkav -2/TC .

Batalyon Gabungan III Terdiri dari , 1 Kompi Yon Arhanud 15/DBY, 1 Kompi Yonzipur 4/TK, 1 Kompi Gabungan (Danki dari Lanumad A. Yani Semarang).

Batalyon Gabungan IV Yerdiri dari 1  Kompi Brimob Polda Jateng, 1  Kompi Gabungan 2,  1  Kompi Dalmas Polda Jateng.

Batalyon Gabungan V Terdiri dari, Kompi Gabungan 1 Dishub, Bea Cukai, dll, Kompi Gabungan 2,  Balai Lingkungan Hidup, dll, Kompi Gabungan 3 Taruna PIP, Stiemart AMNI, AKPELNI, dll.

Batalyon Gabungan VI 1Kompi Gabungan KORPRI TNI/ Polri, 1 Kompi Gabungan Akper Kesdam IV/ Dip, Akper Unimus Semarang, 1 Kompi Santri Tanfidul Qur’an Kauman. dan Batalyon Gabungan VII, 1 Kompi Pramuka, 1 Kompi SMK 8 Semarang. 1 Kompi MAN 1 Semarang.

Dalam pelaksanaanya upacara tersebut, dilaksanakan pengibaran bendera merah putih oleh Tim Paskibraka Provinsi Jateng, pembacaan dan detik-detik proklamasi, pembacaan Undang-Undang Dasar 45, Detik-detik dan pembacaan proklamasi dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.Meskipun cuaca tampak panas, seluruh peserta tampak khidmat mengikuti upacara tersebut.

Tampak Hadir dalam upacara tersebut antara lain Gubernur  Jateng  beserta Isteri,  Pangdam IV/ Dip beserta Isterj  Kapolda Jateng beserta Isteri, Gubernur Akpol,beserta Isteri, Sekda Prov jateng, Wakil Gubernur Jateng. SKPD Provinsi Jateng, Kajati Jateng, Ketua DPRD Jateng, Ketua MUI Jateng, Walikota Semarang beserta Ibu, Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Para Veteran pejuang seJateng, Tokoh Masyarakat Jateng, Tokoh Agama Se Provinsi Jateng,  Tamu Undangan Lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Jateng mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah untuk tidak lagi membeda-bedakan suku bangsa dan agama di era kemerdekaan ini. Seperti ungkapannya Gus Dur, orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras.

Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin. Semua sama di mata negara. Founding fathers bangsa ini telah memberi contoh lewat laku, bukan sekadar gembar gembor persatuan. Mereka berdarah-darah menegakkan kemerdekaan,

Lebih lanjut Gubernur Jateng menambahkan bahwa banyak dari pahlawan yang telah gugur membela negara berasal dari berbagai etnis suku dan agama. Dicontohkan oleh Gubernur Jateng

Seperti Agustinus Adusicipto dari agama Kristen,  Letjen Gatot Subroto pahlawan dari Budha yang berasal dari Banyumas dan lain-lain, Sehingga bangsa! Indonesia harus mampu bersatu dan melawan radikalisme yang menjadi musuh besar di era sekarang.