Jelang HUT ke-73, Ketua dan Pengurus Korcab V DJA II Hadiri Tatap Muka Pangkoarmada ll dengan Anggota Jalasenastri Armada ll

Jelang HUT ke-73, Ketua dan Pengurus  Korcab V DJA II Hadiri Tatap Muka Pangkoarmada ll dengan Anggota Jalasenastri Armada ll

Lantamal V (7/8), —

Menjelang peringatan puncak HUT Jalasenastri ke-73 pada 27 Agustus mendatang, Ketua Korcab V DJA II Ny. Yoeliana Tedjo Sukmono beserta pegurus Kircab V  menghadiri Tatap Muka Pangkoarmada ll yang juga Pembina Daerah Jalasenastri Armada II yang di gelar di Gladak Helly KRI Surabaya, yang berlayar di sekitar Selat Madura, Rabu (7/8).

Peringatan  HUT ke – 73 Jalasenastri Tahun 2019 ini mengusung tema “Jalasenastri Berperan Aktif dalam Mencerdaskan dan Mensejahterakan Keluarga TNI Angkatan Laut serta Peduli Terhadap Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup”.

Tampak hadir dalam giat tersebut  Kepala staf Koarmada II, Para Asisten, Para Kadis, Para Komandan Satuan Koarmada II, semua Ketua, pengurus Jalasenastri Jajaran Koarmada II.

Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos., M.Si. mengucapan terimakasih atas kesempatan untuk bertatap muka dengan seluruh pengurus daerah Jalasenastri Jajaran Koarmada II.

Dalam kesempatan tersebut Pangkoarmada ll mengajak untuk merenungkan kembali bahwa keberadaan organisasi Jalasenastri sebagai organisasi non struktural, yang diharapkan dapat membantu pimpinan TNI AL dalam memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan di lingkungan keluarga TNI AL.

Jalasenastri memiliki tugas untuk mendukung karier suami dalam setiap tugas yang diemban. selain itu Jalasenastri diharapkan memiliki peran ganda orang tua bagi putera dan puterinya di saat suami sedang melaksanakan tugas dan jauh dari keluarganya.

Sebagai jalasenastri harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana suami dltugaskan. “jadikan Jalasenastri sebagai wadah sekaligus wahana untuk saling berinteraksi. saling mengenal dan sarana silaturahmi serta bisa menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas atau potensi yang dimiliki para istri prajurit,” terangnya.

Perlu juga dimengerti juga, bahwa bagi seorang isteri dengan situasi ekonomi yang terbatas, akan rentan terpengaruh baik secara fisik maupun psikis. untuk menghindari hal-hal yang kurang baik, para istri harus lebih mengoptimalkan kegiatan kerohanian maupun kegiatan positif lainnya yang bisa mengalihkan suasana jenuh atau bahkan melakukan aktivitas yang dapat menambah penghasilan keluarga.

“Namun harus tetap hati-hati, jangan mudah terpengaruh oleh tawaran tawaran bisnis dengan hasil yang besar dalam waktu singkat, seperti multilevel marketing, arisan berantai, praktek penggandaan uang dan sebagainya,” pintanya.

Tantangan di masa mendatang yang dihadapi oleh para istri prajurit akan semakin berat dan kompleks. kemajuan ilmu dan teknologi yang berkembang cepat, memberikan banyak pengaruh positif namun juga tidak sedikit yang justru berakibat negatif, misalnya pergaulan melalui dunia maya (Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Black Berry Massenger Dan Sejenisnya).

Menurutnya ibu jalasenastri sebagai manager keuangan keluarga, sedini mungkin harus mendesain konsep hidup ke depan agar menjelang akhir penugasan tidak mengalami trauma pensiun/purna bakti, seperti belum memiliki rumah pribadi, tidak adanya simpanan untuk pendidikan anak dan masa depan.

Sampai saat ini lanjutnya, masih ditemukan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KURT). yang disebabkan oleh belum terbangunnya komunikasi yang harmonis dalam keluarga, dan sebagian besar disebabkan oleh pengelolaan ekonomi keluarga yang belum benar dalam berbagai kasus KDRT, yang kerap menjadi korban adalah istri dan anak-anak.

Menyikapi hal itu semua, kepada ibu-ibu Jalasenastri Panglima Koarmada berpesan agar pandai-pandailah menempatkan diri sehingga terhindar dari pengaruh yang dapat berdampak negatif pada diri sendiri, suami maupun keluarga.

“Bangun kebersamaan dalam kebaikan dan senantiasa berdoa dalam mengawali setiap kegiatan,” pungkasnya.