Lanal Denpasar Ikut Serta Dalam Rakor SAR Daerah Provinsi Bali

Lanal Denpasar Ikut Serta Dalam Rakor SAR Daerah Provinsi Bali

Lantamal V (15/7), —-

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada II,  Peran serta dalam memberikan dukungan kegiatan kepada instansi samping terus ditingkatkan dalam rangka membangun sinergitas kerja antar stake holder di Wilayah Perairan Pantai di Bali, Senin (15/7).

Belum lama ini Lanal Denpasar diundang sebagai nara sumber dalam rangka mengikuti kegiatan  Rakor SAR Daerah Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh BNPP Denpasar dengan tema Melalui Rapat Koordinasi Kita Tingkatkan Profesionalisme, Sinergitas dan Militansi  Dalam Memberikan Pelayanan SAR, Khususnya Kondisi Membahayakan Manusia di Wilayah Perairan Pantai di Bali.

Acara Rakor SAR dibuka oleh Direktur Operasi BNPP, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, S.Pi, M.Agr dan dihadiri peserta undangan dari instansi TNI/Polri, BNPPD Prov. Bali, BMKG Bali, BPBD Prov. Bali, PMI, Balawista, KSOP Kelas III Benoa, KPLP Benoa dan tamu undangan sekitar 100 orang.

Materi paparan dari Lanal Denpasar disampaikan oleh Danunit Intel Lanal Denpasar dengan judul Peran Lanal Denpasar Dalam Operasi SAR di Laut. Pada saat diwawancarai, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, S.Pi, M.Agr mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah sangat diperlukan ketika rakyatnya mengalami kondisi yang darurat. Kita hadir bersama-sama. Tidak cukup hanya Basarnas sendiri untuk melaksanakan rescue. Jadi teman-teman di daerah dari instansi lain, TNI/Polri, BPBD dan semua teman-teman dari sukarelawan rescue hadir bersama-sama. Itu yang selalu digaung-gaungkan oleh Pemerintah Pusat (sinergitas).

Kendala yang dihadapi terkait dengan koordinasi tidak ada masalah sampai sejauh itu. Kita selalu terikat oleh undang-undang. Seperti misalnya kita menghadapi keadaan darurat. Apakah itu kecelakaan transportasi maupun kondisi bencana yang membahayakan manusia. Kita respons semua dan hadir bersama-sama ditengah kesulitan. Tidak ada kesulitan. Ada suatu sistem yang dimiliki oleh Basarnas untuk dapat mengindentifikasi dengan cepat korban. Terutama korban yang berada di laut.

Menurut Dirops BNPP seharusnya di kapal-kapal yang GTnya diatas 30 terpasang alat EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon). Apabila kondisi darurat dinyalakan, alat tersebut akan memancarkan signal marabahaya yang dapat  diterima dengan satelit kita. Kemudian akan tergambar di kantor pusat. Itu akan diketahui dimana posisi kapal tersebut. Itu yang biasa kita kesulitan dalam mendeteksi posisi kapal. Respons time tidak boleh lebih dari 28 menit. Tim Reacue harus segera berangkat dari kantor terdekat menuju ke target.

Dirops BNPP juga mengatakan, bagi setiap institusi wajib mensosialisasikan pentingnya untuk sama-sama memperhatikan dan memberikan jaminan keselamatan bagi setiap pengguna transportasi. Untuk kali ini kita fokus pada keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jasa pariwisata di Bali. Sehingga kita bisa memberikan kontribusi yang berarti buat daerah dimanapun.

Sementara dalam penyampaian materi tentang Peran Lanal Denpasar dalam Operasi SAR Laut, Danunit Intel Lanal Denpasar lebih memfokuskan pada tugas pokok Pangkalan TNI AL dalam melaksanakan operasi penegakan kedaulatan dan hukum di laut, pengendalian wilayah pertahanan laut, bantuan SAR dan kegiatan kemanusiaan serta tugas-tugas lain sesuai kebijakan pemimpin TNI AL.