SOSIALISASI BATAS WILAYAH KERJA DI LANTAMAL VII KUPANG

 

Bertempat di Ruang Serbaguna Mako Lantamal VII berlangsung kegiatan Sosialisasi Batas Wilayah Kerja Lantamal VII Kupang. Adapun Tim dari Disopslat Mabesal yang hadir di pimpin oleh Katim Kolonel Laut (P) Hendra Kesuma, SE, Jab.Kasubdis Dukopslat Disopslatal, Letkol Laut (KH) Dedy Susilo.SH Jab. Kasi Kumter Subdis Kumlater Diskumal, Letkol Laut (P) Bambang Marwoto, pcs M.Sc,  Jab. Kasubdis Basis Data Peta Laut Pushidrosal, Letkol Laut (P) Rahardian Rahmadi, SE MTr Hanla Jab. Pabandya Binkuatmarlan Sopsal dan Letkol Laut (P) R.H. Etwiory Jab. Kasidukbinkuat Dukopslat Disoplatal. (Kamis, 27 Juni 2019)

 

Pembinaan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan di laut adalah tugas utama dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut. Operasi di laut dapat berjalan dengan baik maka fungsi pangkalan harus ditingkatkan kemampuannya. Wilayah kerja Lantamal VII Kupang mempunyai posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Australia dan Timor Leste, juga memiliki wilayah perairan luas dan terbuka berhadapan dengan samudra Hindia serta  dua Provinsi yakni Provinsi NTB dan NTT.

Begitu luasanya wilayah kerja Lantamal VII Kupang terutama semakin ramainya daerah perbatasan mengakibatkan sering terjadi pelanggaran wilayah dan tindak pidana di laut membutuhkan perhatian. Lantamal VII Kupang dituntut harus berperan aktif dan ikut bertanggung jawab dalam memberikan jaminan keamanan kepada pengguna jalur laut di wilayah kerjanya,”ujar Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI (Marinir) Kasirun Situmorang, SH.

 

Membahas wilayah kerja Lantamal VII Kupang yang mempunyai posisi sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Australia dan Timor Leste, juga memiliki wilayah perairan luas dan terbuka berhadapan dengan samudra Hindia serta dua Provinsi yakni Provinsi NTB dan NTT. Salah satu pemateri perwakilan dari Disopslatal Letkol Laut (P) Bambang Marwoto, pcs M.Sc. memberikan paparan Tentang Batas Maritim yg terdapat di Wilayah kerja Lantamal VII. “menyampaikan banyaknya nelayan indonesia ditangkap oleh Australia karena salah menangkap jenis ikan yang ada di dasar laut sehingga dianggap mengklaim landasan kontinen.

Sementara itu Kasubdis Dukopslatal Mabesal Kolonel Laut (Pelaut) Hendra kesuma SE menegaskan, melihat kondisi situasi laut nasional khususnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sudah sepatutnya TNI AL mengantisipasi  berbagai pelanggaran terkait hukum nasional dan internasional dalam melaksanakan tugas di wilayah perbatasan. Adanya persoalan klaim sepihak,  masih terkendalanya sejumlah perjanjian wilayah laut antar negara, harus dipahami oleh anggota TNI sehingga dapat melaksanakan tugas operasi di laut berjalan lancar.

 

Dilanjutkan dengan Penyerahan Peta Gelar Pangkalan, Peta Wilker Lantamal VII dan CD Janes Figtingship kepada Lantamal VII diterima oleh Asops Danlantamal VII dan Menyanyikan Lagu “Bagimu Negeri”.

Adapun Peserta yg Hadir dalam Acara Tersebut yaitu Komandan Lantamal VII, para Asisten Danlantamal VII, Dansatrol Lantamal VII, Para Kadis, Kasatker, Dan Kal Weling, Dan Kal Kembang, Danlanal Mataram, Danlanal Maumere, Danlanal Pulau Rote dan para Danposal beserta anggota Lantamal VII Kupang.