DALANLANTAMAL XIII TARAKAN MENGIKUTI RAKOR PENGENDALIAN BIDANG KEWASPADAAN NASIONAL DI TANJUNG SELOR


TARAKAN – Kota Tarakan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, saat ini menjadi akses pintu keluar-masuk antar negara baik darat, laut dan udara. Khususnya lalulintas laut yang mayoritas digemari oleh masyarakat untuk keluar-masuk antar negara karena biaya perjalanan yang lebih murah, akan tetapi ramainya lalulitas laut ini justru membutuhkan pengawasan yang lebih ketat berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi seperti penyelundupan barang terlarang dan orang asing.


Guna mengantisipasi, mengontrol dan mengawasi terjadinya pelanggaran lewat laut Komandan Pangkalan Utama TNI AL XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto. M.Si., M.A. siang tadi Kamis (11/4/2019) pukul 11.00 s.d 13.30 Wita menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Pengendalian bidang Kewaspadaan Nasional yang bertempat di ruang rapat lantai 1 Kantor Gubernur Kalimantan Utara Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

Rapat Koordinasi yang digelar kali ini membahas tentang orang asing dan peredaran Narkoba di wilayah Kalimantan Utara. Danlantamal XIII menyampaikan “Narkoba tidak boleh diperdagangkan, ini bukan dalam konteks undang-undang Narkoba ataupun peraturan Narkoba sendiri tapi khusus ada MOU (Memorandum of Understanding) antara dua negara antara Indonesia dengan Malaysia dalam upaya pemberantasan Narkoba. Lanjut beliau, miris sekali dengan banyaknya peredaran Narkoba secara bebas yang diselundupkan dari jalur laut Tawau-Sebatik-Kota Tarakan.

Hadir dalam rapat tersebut Tim dari Kemenkopolhukam (Laksma TNI Jaya Darmawan, Kolonel Mar Guslin, S.H., M.M., Andhika Wahyu Nugroho), Wakapolda Kalimantan Utara, Kanwil Kemhan, Sekda Prov.Kaltara, Kasrem 091/Asn, Wakil Ketua DPRD Prov.Kaltara dan Kepala BNNP Kaltara.

Dispen Lantamal XIII