MASA TANGGAP DARURAT LONGSOR TAMBANG EMAS DI TAMBAH, PANGKOARMADA II: MAKSIMALKAN EVAKUASI

KOARMADA II – Surabaya, 06 Maret 2019

Bencana Longsor yang terjadi di tambang emas Desa Bakan, Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, telah menelan banyak korban. Sebagai wujud manunggal dengan rakyat untuk turut serta membantu mengatasi kesulitan warga, khususnya yang sedang tertimpa bencana alam longsor.

Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si, memerintahkan Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Gig JM Sipasulta, M.mar., Stud untuk memaksimalkan evakuasi di lokasi kejadian.

Menindak lanjuti hal tersebut Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Gig JM Sipasulta, M.mar., Stud telah mengerahkan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung sejak hari Rabu pagi (27/2) untuk membantu evakuasi bencana tanah longsor di tambang emas yang berada di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulut.

Lokasi terjadinya bencana tanah longsor tersebut merupakan area pertambangan ilegal yang dikelola oleh rakyat sekitar Desa Bakan Kecamatan Lolayan Bolmong Sulut.

Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Bitung Letkol Mar Nandang Permana Jaya bersama aparat terkait dan warga setempat bahu membahu membantu mengevakuasi bencana tanah longsor yang menimpa area tambang yang dimaksud.

Mengingat masih banyak korban yang belum di temukan, BNPB telah menambah masa tanggap darurat penanganan longsor tambang emas di Bolaang Mongondow hingga  hari Senin, 11 Maret 2019.

Pangkoarmada II berharap dengan di tambahnya masa tanggap tersebut evakuasi dapat dilaksanakan secara maksimal.

Hingga saat ini 18 orang selamat dan 22 orang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi, sementara diperkirakan masih terdapat korban terperangkap di dalam gua yang permukaannya tertimbun batu-batu besar.

Kadispenkoarmada II Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A.