TIM SAR LANTAMAL VIII DAN SAR GABUNGAN TANGANI KORBAN LONGSOR DI HARI KEDUA

Koarmada II. Manado, Rabu (27/02/2019). Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Gig JM Sipasulta, M.mar., Stud menurunkan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung Sebanyak satu Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk membantu mengevakuasi bencana tanah longsor di tambang emas illegal yang berada di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulut.

Operasi SAR terhadap warga yang terjebak longsor tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow Sulut, memasuki hari ke dua, Upaya pencarian oleh Basarnas bersama Tim SAR Lantamal VIII dan unsur SAR lainnya sudah dilakukan sejak pagi hari,. Tim rescue sebelumnya melakukan briefing dalam rangka Pencarian dan Pertolongan korban di lokasi longsor.

Selain Basarnas, TNI/Polri dan Potensi SAR lainnya mengadakan Pencarian dan Pertolongan, dibantu juga oleh masyarakat. Bertolak dari Posko SAR Desa Bakan Bolmong Tim SAR Lantamal VIII bersama Basarnas dan unsur lainnya bergerak menuju titik pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi longsor dan tiba sesuai dengan rencana operasi SAR.

Hingga petang upaya pencarian oleh tim SAR gabungan telah membuahkan hasil. Meskipun jalannya operasi SAR harus melalui medan yang sulit. Danton SAR dari Lantamal VIII, Letda Mar Basuki mengatakan “sulitnya medan yang dilalui dan masih adanya potensi longsor di area pertambangan sedikit menghambat pergerakan dari tim sehingga kita harus menggunakan teknik vertikal rescue untuk melakukan evakuasi dan pencarian”. Sampai dengan sore hari dilaporkan korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 27 orang dengan rincian 19 orang selamat dan 8 orang meninggal dunia.

Lokasi terjadinya bencana tanah longsor tersebut merupakan area pertambangan ilegal yang dikelola oleh rakyat sekitar Desa Bakan Kecamatan Lolayan Bolmong Sulut yang menimpa puluhan penduduk yang sedang beraktifitas di area tersebut pada hari Selasa (26/2) malam.

Demikian berita Dinas Penerangan Lantamal VIII.