TIM F2QR LANTAMAL XIII TARAKAN TANGKAP PENGEDAR NARKOBA YANG MEMBAWA 117 PAKET SABU DAN UANG 30 JUTA


TARAKAN – Senin (28/1/2019) Tim Fleet 2 Quick Response (F2QR) Pangkalan Utama TNI AL XIII (Lantamal XIII) terus berupaya memberantas peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya 1 orang pengedar sabu yang beroperasi di daerah Tarakan pada Rabu kemaren (23/1/19).

Pada konferensi pers yang disampaikan oleh Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto, M.Si., M.A. yang didampingi Kasi penindakan BNN Kota Tarakan Ipda Angestri Budi Reswanto. S.H., M.H. kepada awak media Kalimantan Utara di Mako Lantamal XIII Jl. Yos Sudarso No.10 Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara siang tadi membenarkan bahwa TIM F2QR Lantamal XIII telah menangkap 2 orang pengedar sabu dan 1 orang lagi menjadi DPO (inisial “A”).

Dalam konferensi pers tersebut, beliau menyampaikan kronologis kejadian yang telah terjadi pada hari Rabu (23/1/19) sekitar pukul 14.30 Wita Tim F2QR Lantamal XIII sedang melaksanakan tugas pengumpulan data (puldata) kegiatan illegal di belakang losmen Fortune RT. 12 Kel. Selumit Pantai Kec. Tarakan Tengah Kota Tarakan. Pada saat sedang berjalan melihat ada 4 orang sedang minum-minuman keras dipinggir gang, dan ketika melewati 4 orang tersebut salah satunya lari, karena Tim F2QR Lantamal XIII curiga kemudian mengejar dan berhasil mengamankan Sdr. Acok, namun kabur dan seorang Tim F2QR Lantamal XIII berhasil mengejar dan mengamankan Sdr. Ishak. Setelah di interogasi Sdr. Ishak menjelaskan kenal dan melihat (Inisial Sdr. A) lari dan kabur ke kolong rumah orang dan menyampaikan kepada petugas bahwa Sdr. A sering melakukan transaksi jual-beli narkotika di wilayah tersebut.

Selanjutnya Tim F2QR Lantamal XIII menghubungi pihak BNN Kota Tarakan untuk melakukan penggeledahan ke tempat yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika jenis sabu disebuah kosan/gudang milik Sdr. A di belakang losmen Fortune dan ditemukan barang bukti narkotika sebanyak 117 paket sabu dalam sedotan yang siap jual (Berat 128,85 gr) dan uang hasil transaksi yang berjumlah 30 juta rupiah. Selanjutnya Sdr. Palinggi dan Sdr. Ishak beserta barang bukti lainnya dibawa ke Kantor BNN Kota Tarakan guna Penyidikan lebih lanjut.

Lanjut beliau, adapun ancaman hukuman yang dipersangkakan kepada para pelaku adalah Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang- Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal hukuman 5 tahun penjara, yang berbunyi :

Pasal 114 ayat (2)
Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 112 ayat (2)
Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Dispen Lantamal XIII