Usai Dipugar, Monumen Perjuangan TNI-AL Kalibakung Diresmikan Komandan Lanal Tegal

Usai Dipugar,  Monumen Perjuangan TNI-AL Kalibakung Diresmikan Komandan Lanal Tegal

Lantamal V  (23/12).

Selesai dipugar,  Monumen Perjuangan TNI-AL Kalibakung yang bertempat di Jl. Raya Yomani-Guci Desa Kalibakung Kec. Balapulang Kab. Tegal,  diresmikan  Komandan Pangkalan TNI-AL (LANAL) Tegal Letkol Laut (P) Agus Haryanto SE, M.Tr.Hanla, Sabtu, (22/12).

Upacara Peresmian Monumen Perjuangan yang dilaksanakan pada siang hari ini, juga dibarengi dengan Upacara Wisuda Purna Dinas Anggota Lanal Tegal yang melaksanakan Pensiun di Sepanjang Tahun 2018.

Sebanyak 14 (empat belas) Pers yang Purna Tugas turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejarah Monumen Perjuangan TNI-AL Kalibakung tidak dapat pisahkan begitu saja dengan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia, Karena ditempat inilah dulu dijadikan Sekolah Officer/Perwira ALRI dengan Komandan Pertamanya pada waktu itu yaitu Mayor RE. Marthadinata yang pada wakti itu masih berpangkat Mayor.

Ditempat ini pula Mantan Gubernur DKI Mayjen TNI Mar. (Purn) Ali Sadikin beserta para pendahulu dan pejuang kemerdekaan RI, telah mencurahkan keringat darah dan air mata untuk berlatih bertempur dan berjuang mempertahankan kemerdekaan RI dari penjajah Jepang dan Belanda pasca diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Diawali dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut Tegal Yang merupakan kelanjutan dari BKR Laut Pusat pada tanggal 10 September 1945. Dan sampai saat ini tanggal tersebut juga dijadikan sebagai hari lahir TNI-AL. yang didirikan oleh para pemuda-pemuda pelaut, para guru dan murid Sekolah Pelayaran Tegal, anggota Heiho dan PETA, para pegawai jawatan pelayaran dan unsur-unsur Bahari lainnya.

Tugas pertama setelah membentuk BKR Laut Tegal pada waktu itu adalah melucuti senjata tentara Jepang, serta mengambil alih kapal-kapal yang ada di pelabuhan Tegal. Kemudian Pada tanggal 5 Oktober 1945. Seiring dengan terbentuknya tentara keamanan rakyat (TKR) sebagai pengganti BKR. BKR Laut bertransformasi menjadi TKR Laut yang membawahi pangkalan-pangkalan. Diantaranya Pangkalan IV ALRI Tegal.

Eksistensi ALRI Pangkalan IV Tegal sebagai alat pertahanan telah dibuktikan diberbagai Palagan, diantaranya Pertempuran 5 hari Semarang tanggal 14 s.d 18 Oktober 1945, menumpas Pemberontakan PKI Madiun, Pemberontakan Tiga Daerah di Karisidenan Pekalongan pada bulan November 1945, Front Semarang Barat pada awal tahun 1946 sampai dengan Juli tahun 1947. Front Purwakarta, Karawang, Bekasi tahun 1946.

Serta berbagai Pertempuran menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II diberbagai wilayah di Pulau Jawa.

Disamping melaksanakan tugas tempur di darat yang merupakan kegiatan utama selama perang kemerdekaan, Pangkalan IV Tegal, juga mengembangkan kegiatan di bidang Armada, dengan mengirim ekspedisi ke luar pulau Jawa ke luar negeri dan menembus blokade Belanda di Selat Malaka, diantaranya ekspedisi Ekspedisi ke Maluku, Kalimantan, Sulawesi, serta Ekspedisi ke Australia dengan Kapal Diponegoro.

Dan juga menembus blokade Belanda ke Selat Malaka yang dipimpin oleh Kapten Kris Tampenawas, Kapten Handoko Suratmin, Letnan OP. Koesno dan Kapten Simon.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Forkompinda kab Tegal,Palaksa Lanal Tegal beserta perwira staf,Ketua Cabang 7 Korcab V beserta pengurus,serta undangan lainnya.serta pasukan upacara.