KELUARGA BESAR BARET HITAM KORPS HIU KENCANA PERINGATI HUT KE-59

Koarmada II – Surabaya, 12 September 2018

Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, M.Pd. selaku Inspektur Upacara, memimpin jalannya upacara dalam rangka memperingati HUT ke-59 Hiu Kencana, bertempat di Dermaga Madura Barat, Mako Koarmada II, Surabaya. Rabu (12/09/2018).

Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara di dunia yang sejak awal telah mengoperasikan kapal selam untuk operasi tempur dan operasi pertahanan di laut. Sejak tanggal 12 September 1959, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) mulai diperkuat dengan kehadiran kapal-kapal selam Whiskey Class, buatan Uni Soviet. Akumulasi kekuatan pemukul taktis dan strategis di laut mencapai 12 kapal selam di tahun 1962, hal inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang terbesar kekuatan angkatan lautnya di kawasan Asia Tenggara.

Dansatsel dalam amanatnya menyampaikan, kapal selam RI telah dilibatkan pada operasi Trikora dalam rangka merebut Irian Barat pada tahun 1962, melalui operasi pengintaian dan operasi menyusupkan pasukan khusus ke daratan Irian Barat tanpa terdeteksi oleh pihak Belanda. “Kesuksesan inilah yang membuat Belanda mengurungkan niatnya untuk  berperang secara terbuka dengan Indonesia, yang pada akhirnya Belanda menyerahkan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi”, kata Dansatsel.

Lebih lanjut, Dansatsel mengatakan bahwa, kapal selam merupakan kapal berteknologi tinggi dan mutakhir yang diawaki oleh prajurit-prajurit profesional, disiplin dan berdedikasi tinggi. Dimana dalam kurun waktu 59 tahun, Satuan Kapal Selam telah mampu membentuk dirinya menjadi kesatuan yang tangguh sebagai bagian dari kekuatan Armada. Ketangguhan tersebut telah dicapai melalui berbagai pengalaman penugasan, baik dalam bentuk tugas operasi maupun latihan-latihan. dimana semua keadaan ini telah memberikan andil bagi terbentuknya kesatuan kapal selam yang patut dibanggakan.

Sesuai dengan fungsi azasinya untuk berperan dalam kondisi dan lingkungan operasional bawah air yang menjadi medan juang kapal selam, maka dituntut ketangguhan mental, kondisi yang prima serta harus dilandasi oleh motivasi kejuangan dan semangat yang tinggi dari seluruh awak kapal selam. “Suatu hal yang membanggakan bahwa dalam perjalanan hidupnya yang ke 59 tahun, warga hiu kencana telah mampu menumbuhkan jiwa dan semangat kesatuan yang secara nyata telah memberikan andil bagi kekuatan Angkatan Laut kita”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa yang diserahkan secara simbolis kepada salah satu Perwira Muda Letda Laut (P) Hermawan Prasetyo, S.Tr.(Han)., yang menjabat sebagai Padivsen KRI Ardadedali-404 di Gedung Candrasa, serta sambutan oleh sesepuh kapal selam yaitu Laksda TNI (Purn) Nyoman Suharta.

Hadir pada acara tersebut, Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Demografi Lemhanas RI Laksda TNI Riyadi Syahardani, Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, segenap Perwira dan Sesepuh Kapal Selam TNI Angkatan Laut, serta pasukan upacara dari Penyelam, Satsel, Satkopaska  Koarmada II, Puspenerbal dan Yontaifib-2 Mar.

 

Kadispenkoarmada II, Letkol Laut (KH) Suratno, S.S.